KHUSNUDZON

Khusnudzon atau istilah kerenya saat sekarang adalah Positive Thinking ( Berbaik Sangka ) istilah “KHUSNUDZON” dalam Islam sudah diajarkan selama 14 abad yang silam, hanya setelah pengetahuan berkembang dengan cepat dan bisa melihat effect dari orang orang yang KHUSNUDZON  dengan menggunakan tehnologi yang ada saat sekarang maka kata KHUSNUDZON  atau yang sangat keren dan terkenal dengan istilah Positive Thinking sekarang sangat marak dan sering dipakai oleh para Motivator Motivator baik Motivator Nasional maupun Motivator tingkat  International !

Dalam sebuah Hadits Qudsi dijelaskan bahwa :

Allah berfirman dalam hadits qudsi, “Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku.”  (HSR al-Bukhari no. 7066 dan Muslim no. 2675)

Berbaik sangka terhadap Allah termasuk ibadah yang baik. (HR. Abu Dawud)

“Doa kita bisa merubah nasib kita, dan kebaikan dapat memperpanjang umur kita.

(HR. Ath-Thahawi)

Hanya orang orang yang berprasangka baik pada Allah  yang akan berdoa secara ikhlas.

Dalam ilmu NLP ( Neuron Linguistic Programming ) diuraikan secara jelas bahwa sambungan otak kanan dengan otak kiri ( Dendrite Connection ) akan menguat dan bertambah bila kita selalu KHUSNUDZON tetapi sebaliknya sambungan otak kanan dan kiri akan melemah bahkan berkurang kalau kita selalu SUUDZON.

Kita harus menyadari bahwa semakin banyak sambungan otak kanan dan otak kiri maka seseorang akan semakin energik, makin semangat dan semakin pinter. Albert Einstein ketika berumur sekitar 15 tahun dua kali dia dikeluarkan dari sekolahnya karena dia sangat bodoh, dan ketika usia 20 tahun Albert bekerja sebagai pegawai rendahan di England dan selalu dijadikan bulan bulanan temen temenya dan dijadikan sasaran kambing hitam kalau ada kesalahan.

Albert Einstein berpikir dan merenung mengapa dirinya selalu dijdikan kambing hitam dan bulan bulanan temen temennya ketika terjadi kesalahan, dari hasil merrenung diambil kesimpulan bahwa ternyata dirinya bodoh, dan karena dianggap bodoh itulah maka selalu menjadai sasaran kesalahan yang dibuat oleh orang lain. Setelah menyadari kemudian Albert Einstein mulai belajar secara Otodidak ( dengan membaca terus menerus ) maka ketika Albert Einstein berusia 25 tahun dia bisa menemukan rumus yang dipakai sampai sekarang yaitu :

E = M.C2   E = Energy, M = Massa, dan C = Kecepatan cahaya ( 350.000 km/detik )

Ketika Albert Einstein meniggal maka otaknya diawetkan sebagai bahan research hasil research terhadap otak Albert Einstein adalah :

1. Besar otak sama dengan kebanyakan orang biasa.

2. Berat otak juga sama sekitar 1.2 – 1,5 kg sama dengan berat otak orang orang biasa.

3. Sambungan otak kanan dan kiri ( Dendrite Connection ) jauh lebih banyak dari orang orang biasa.

 

 

Maka diambil kesimpulan bahwa dengan selalu ber “KHUSNUDZON” ( Positive Thinking ) maka sambungan Dendrite akan bertamabah dan juga akan menguat, semakin banyak sambungan Dendrite maka seseorang akan semakin cerdas, makin semangat, dan makin energik dan research yang terbaru juga menyebutkan bahwa dengan Ber”KHUSNUDZON” maka akan mengaktivkan DNA ( Dioxyribbo Nucleic Acid ) dalam tubuh kita karena semakin aktive DNA di dalam tubuh sesorang maka akan semakin cerdas orang tersebut.

DNA yang ada dalam tubuh manusia saat sekarang baru bisa aktive dibawah 10 %, sepandai pandainya orang di dunia ini DNA nya baru bisa aktive di bawag 10 %. Juga dalam Neuron Linguistic Programming diterangkan bahwa pikiran kita persis seperti Maghnet, apa yang selalu kita pikirkan secara terus menerus maka yang kita pikirkan akan kejadian.

 

M.Taufik Hidayat                                                                                                                                                                                                   Trainer and Motivator

 

About these ads

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke KHUSNUDZON

  1. Muhammad Taufik berkata:

    Memang sangatlah sulit untuk selalu ber “KHUSNUDZON” atau positive thinking, tetapi kita harus tetap selalu mencoba dan mencoba dan insyaa Allah prosentasi Positive thinking jauh lebih besar dari pada yang negative !

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s