APAPUN DILAKUKAN UNTUK MEMPERTAHANKAN JABATAN

Solar SystemMatahari Sebagai Pusat Peredaran Planet

Kapankah peradaban manusia bumi mulai mengetahui bahwa matahari adalah pusat edar planet yang ada pada tata surya kita ?.

Sebuah fakta sejarah yang  nyata dan tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pada abad ke 16 mind set atau pengertian orang orang pada saat itu menyatakan bahwa bumi adalah pusat edar planet ( Earth Center ) namun  akhirnya generasi berikutnya menyadari bahwa pernyataan tersebut keliru besar,  hal ini sudah  disebutkan pada 14 abad yang silam yang nota benenya tehnology belum maju bahkan primitif,  tertulis dalam QS. Yunus 10 : 5  bahwa matahari sebagai pusat edar planet ( Sun Centre )

5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. ( QS. Yunus  10 : 5 )

[669] Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.

Paradigma atau pola pikir mereka pada alam semesta pada dahulu kala memang sering keliru seperti orang orang pada zaman dahulu yang menganggap bahwa bumi itu rata dan gunung gunung yang menjulang tinggi ke langit berfungsi untuk menopang langit supaya tidak roboh. Pada akhirnya seiring perjalanan waktu dan pergantian generasi dan juga makin bertambahnya pengetahuan maka mereka  menyadari bahwa anggapan tersebut adalah keliru apalagi setelah diketemukannya peralatan peralatan yang modern seperti telescope yang ditemukan oleh Galileo pada abad ke 16 yang pada saat itu juga pemikiran orang orang terhadap bumi dan planet sangatlah keliru yaitu dengan mengatakan bahwa yang menjadi pusat peredaran planet planet lain adalah ” Bumi ” atau lebih dikenal dengan istilah ” Bumi Sentris” padahal di dalam AlQur’an telah dinyatakan hal hal yang benar bahwa yang menjadi pusat peredaran planet dalam tata surya kita adalah matahari tetapi memang tanpa adanya pembuktian yang nyata orang orang barat tidak akan mau mengakuinya, walaupun kadang kadang telah ada pembuktian secara nyatapun mereka kadang kadang masih mengingkarinya dan tetap tidak mau mempercayai atau mengakui kebenaran ayat ayat suci Al Qur’an.

Seperti telah disebutkan pada abad 16 mind-set atau pengertian yang berkembang tentang tata surya adalah “ Bumi Sentris “ atau bumi sebagai pusat  peredaran planet lain dalam tata surya kita dan hal ini sudah mengakar kuat dikalangan orang orang gereja dan juga jamaatnya. Seorang ilmuwan yang bernama Nicholas Copernicus menemukan  theori “Matahari Sentris” seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an dan juga didukung oleh Galileo penemu teleskop yang bisa  membuktikan kebenaran  theori  ”Matahari Sentris” atau matahari sebagai pusat edar planet lainya tetapi ternyata teori tersebut sangat ditentang oleh kalangan gereja sehingga keduanya dihukum mati  pada tahun 1645 M, theori bahwa Matahari sebagai pusat edar planet bumi dan planet lainnya dalam tata surya kita tetap ditentang dengan sangat keras oleh pihak pihak gereja walaupun telah dibuktikan dengan telescope yang ditemukan oleh  Galileo.

Jauh di dalam hati nurani para pemimpin  gereja sebetulnya mereka mengakui kebenaran bahwa matahari sebagai pusat edar planet bumi dan planet lainya, hanya karena untuk mempertahankan existensi mereka dan juga kekuasaan mereka yang pada waktu itu yang memang sudah menjadi panutan seluruh masyarakat luas dan mungkin juga masyarakat dunia maka mereka tetap bersikeras untuk mempertahankan pendapat yang keliru demi kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok  yang sudah menjadi panutan orang banyak.

Kalau kita gambarkan kondisi saat sekarang banyak juga para pemimpin, pejabat pejabat negara, pimpinan pimpinan daerah maupun pusat, para manager perusahaan, atau para executive perusahaan atau jajaran top management yang berusaha selalu menutup nutupi kebenaran yang ada dikarenakan untuk mempertahankan keberadaan dan kekuasaan mereka dan juga untuk menutupi ketidak mampuan mereka dalam memimpin sehingga segala daya upaya dipakai dan salah satunya menyembunyikan kebenaran yang ada karena apabila kebenaran yang ada terungkap maka keberadaan mereka para pemimpin, manager atau pejabat maupun executive akan sangat terancam. Memang banyak cara yang dilakukan untuk mempertahankan keberadaan dan kekuasaan seorang pemimpin yang tidak mampu atau terlanjur membuat kesalahan yang fatal sehingga sangat merugikan yaitu dengan cara ; manipulasi data, menyembunyikan kebenaran, mengkambing hitamkan anak buah atau bahkan bisa sampai pembunuhan.

Tetapi perlu diingat bahwa kebenaran pada suatu saat pasti akan muncul dan waktu nantinya yang akan membuktikan bahwa kebenaran  pasti tetap akan terbukti keberadaanya.

Seiring berjalannya waktu dan kemajuan tehnology juga perubahan generasi yang berbeda maka teori tentang  “Matahari sebagai pusat edar planet bumi” yang mana sudah disebutkan di dalam ayat ayat Al Qur’an akhirnya diakui juga keberadaannya dan hal ini bisa dengan jelas dibuktikan oleh para ilmuwan astronomi melalui peralatan yang modern seperti teleskop yang jauh lebih akurat lagi hasilnya dari pada teleskope yang dulu ditemukan pertama kali oleh Galileo sehingga sangat jelas dan nyata bahwa bumi dan planet lainnya memang nyata nyata berputar dan bergerak mengelilingi matahari. Banyak ayat ayat di dalam Al Qur’an yang menyebutkan bahwa matahari adalah pusat edar planet bumi dan planet lainya yang ada di dalam gugusan tata surya planet kita atau yang sering disebut sebagai  bulannya matahari.

Dalam Al Qur’an ayat yang lain juga menyebutkan kalau matahari adalah sebagai pusat edar planet lain di dalam tata surya kita,  QS. An Anbiyaa 21 : 33

33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. ( QS. An Anbiyaa 21 : 33 )

Yang disebut bulan bagi matahari adalah planet planet yang berputar mengelilingi matahari menurut orbit yang sudah ditetapkan, seperti : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. ( Semua merupakan bulan bagi matahari ) Di dalam Al Qur’an hanya disebutkan matahari, bulan, dan juga bumi sedangkan nama bulan matahari seperti Merkurius, Venus dan lainnya diberi nama oleh orang orang yang pertama kali menemukan dan melihatnya, Merkurius karena yang melihat pertama kali menemukan menamakan Merkurius,

Sepeninggalnya Gallileo lahir seorang yang terkenal yaitu Isac Newton ( 1642 – 1727 ) yang memberikan sumbangan dalam dunia Astronomi yaitu “Hukum Gravitasi” yang sangat terkenal dan Isac Newton mengakui teori Nicholas Copernicus dan Galileo yang sangat ditentang oleh pihak gereja.

Sedangkan hukum gravitasinya adalah : “Gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing masing objek  dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara ke dua benda “

Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan tata surya yang lahir kemudian sampai tahun 1960.

Selain teori gravitasi Newton juga memperkenalkan dua  teori tentang asal matahari dan bumi yaitu yang dikenal dengan teori “Monistic” dan teori “ Dualistic”

Teori Monistic  menyebutkan bahwa matahari dan planet planet lainnya berasal dari materi yang sama.

Teori Dualistic menyatakan bahwa matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbentuk juga dalam waktu yang berbeda.

Matahari Bergerak

QS. An Anbiyaa 21 : 33 telah menyebutkan bahwa matahari dan bulan beredar pada garis edarnya atau garis orbit yang telah ditentukan yang berarti matahari juga ikut bergerak sesuai orbitnya yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Masih banyak ayat yang menyatakan bahwa matahari juga ikut bergerak menurut garis edar yang telah ditentukan, hal ini sebelumnya juga dibantah keras karena menurut para ilmuwan matahari adalah diam tetapi setelah adanya penemuan teleskop yang telah dikembangkan keakuratannya, maka terbukti bahwa memang matahari ikut begerak menuju kearah bintang Vega seperti yang juga disebutkan dalam QS. Yaasin 36 : 38

38. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. ( QS. Yaasin  36 : 38 )

Di  dalam alam  semesta  yang maha luas terdapat  lebih  kurang  200  milyar  Galaksi dan setiap Galaksi mempunyai  sekitar 200 bintang, dan kebanyakan  bintang mempunyai planet, dan setiap planet hampir mempunyai bulan. Jadi matahari dan bulan bulan matahari hanyalah sebagian kecil dari planet yang ada di alam semesta yang maha luas ini dan manusia belum mempunyai kemampuan menembusnya.

Matahari mempunyai kecepatan bergerak pada garis edarnya, dengan kecepatan 720,000 km / jam atau 17,280,000 km / hari melalui jalur edarnya / orbitnya yang disebut Solar Apec menuju kearah suatu bintang yang disebut Bintang Vega.

Sangat  jelas  bahwa  di alam  semesta terdapat bermilyar milyar Galaksi, bintang bintang, dan planet lainya yang belum bisa dikenali oleh manusia di bumi yang dikarenakan masih terbatasnya ilmu pengetahuan yang ada.  Seperti ditegaskan dalam AlQur’an,  QS. Adh Dhariyaat  51 : 7

7. Demi langit yang mempunyai jalan-jalan[1415], ( QS. Adh Dhariyaat  51 : 7 )

[1415] Yang dimaksud adalah orbit bintang-bintang dan planet-planet

5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.(QS. Ar Rahman 55 : 5).

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s