KISAH SEORANG SALESMAN

Seorang salesman alat alat perkantoran dengan rasa percaya diri yang tinggi mencoba menawarkan peralatan perkantoran pada sebuah perusahaan swasta yang cukup bonafide di Jakarta dengan membaca “Basmalah” dia memasuki perusahaan tersebut yang memang sebelumnya sudah mendapat informasi bahwa alat alat perkantoran yang ada sudah agak ketinggalan dengan perusahaan perusahaan yang lainya. Sang sales mulai melakukan presentasinya tentang cara cara penggunaan alat alat perkantoran yang baru seperti alat absensi dengan sidik jari, ID card yang sekaligus untuk membuka pintu dalam lingkungan kantor dan lain lainya.
Dengan sangat jelas sang salesman menerangkan secara detail dan gamblang tentang peralatan kantor yang dibawanya, tetapi dengan tiba tiba seorang bapak berdiri dan berteriak keras kepada sang salesman “ Stop, kamu merasa sok pintar dan seolah olah menggurui saya, kamu tidak tahu siapa saya ?” Bapak tersebut yang memang sang pemilik perusahaan tiba tiba marah karena mungkin merasa disamakan posisinya dengan anak buahnya.
“Kamu kemasi barangmu dan cepat pergi dari sini” Sang bapak yang punya perusahaan mengusir sang salesman dengan kasar.
Semua yang hadir di dalam ruang tersebut terkejut sekali tetapi tidak ada seorangpun yang berani berkomentar karena yang barusan ngomong tadi adalah sang boss perusahaan yang juga merupakan sang pemilik perusahaan tersebut.
Termasuk juga sang salesman sangat terkejut dengan ucapan sang pemilik perusahaan tadi, tapi walau hati panas tetapi kepala tetap dingin dan juga sang salesman yakin tidak melakukan kesalahan hanya saja dia tidak tahu bahwa sang pemilik perusahaan mungkin minta perlakuan khusus tidak disamakan dengan karyawannya.Sang salesman tetap diam dan tenang walaupun telah diusir oleh sang pemilik perusahaan
Dengan tenang saleman menjawab :”Saya tahu bapak pemilik perusahaan ini dan saya juga tahu kalau bapak lebih paham seluk beluk perusahaan ini, tetapi untuk barang barang ini saya jauh lebih tahu persis dari pada bapak Insyaa Allah saya jamin.
“Terima kasih atas waktu yang diberikan Assalamu’alaikum dan selamat siang” Sang sales menutup presentasi dan pamit untuk pulang. Dalam perjalanan pulang naik taxi sang sales merenung dan intropeksi diri apa yang salah pada dirinya dan setelah dipikir pikir dia yakin tidak merasa bersalah dengan presentasi tadi kecuali mungkin ketersinggungan sang pemilik perusahaan yang biasa sangat dihormati oleh anak buahnya tetapi seorang sales yang belum dikenal ngomong panjang lebar di depannya dan juga disaksikan oleh anak buahnya dan mungkin dia merasa disamakan seperti orang orang yang ada di dalam ruangan tadi yang nota benenya semua adalah karyawannya.
Sepeninggal sang sales pemilik perusahaan tadi juga merenung baru kali ini seorang sales yang punya kedudukan jauh dibawahnya dimarahi dan diusir tapi tetap tenang tidak sedikitpun ada rasa takut sama sekali dan juga malah mengucapkan salam padahal awal pembukaan tadi tidak mengucapkan salam. Pemilik perusahaan tadi kemudian tanya pada anak buahnya arti salam tadi yang memang kebetulan dia seorang warga keturunan yang memang sering mendengar ucapan salam tetapi tidak tahu persis maknanya. Setelah mengerti bahwa salam tadi artinya mendo’akan kepada semua orang yang diberi salam maka diapun terkejut juga karena dia merasa sudah memarahi dan mengusir kok malah dido’akan dengan baik dan tetap berlaku sopan.
Mengetahui hal ini dia memanggil anak buahnya dan menyuruhnya mengorder barang barang yang ditawarkan sang sales dalam jumlah banyak karena sekalian untuk keperluan kantor kantor cabangnya. Walaupun anak buahnya merasa sangat heran tetapi sang anak buah tidak berani menanyakan ke bosnya yang memang terkenal pemarah dan juga agak gila hormat.
Sesampai di kantornya sang sales terlihat sedikit lesu tetapi tiba tiba dia dikejutkan oleh teman temannya yang sudah menunggu termasuk juga bosnya dan mereka mengucapkan selamat karena perusahaan yang baru saja ditawari produk alat perkantoran memesan dalam jumlah banyak bahkan mungkin terbanyak dalam tahun ini. Di dalam hati sang sales bersyukur karena Allah telah memberikan satu rahmat-Nya dengan cara yang sama sekali tidak terduga karena keberanianya dan rasa iman yang kuat pada Allah SWT.

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke KISAH SEORANG SALESMAN

  1. kustriyanto berkata:

    Subhanallah… Wamayyataqillaha yaj’alahu mahroja (dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah memberinya jalan keluar/solusi/kemudahan) (Qs. Ath-Tholaq ayat 2). Wayarzuqhu min khaisu laayah tasib… (dan diberikan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka) (Qs. Ath-Tholaq ayat 3)

    • Muhammad Taufik berkata:

      Subhanallah, Basmallah bila diucapkan secara Ikhlas dan yakin insyaa Allah menghasilkan hal yang positive dari arah yang tidak terduga sama sekali, apalagi banyak sekali ayat ayat Al Qur’an yang memberikan gurantee terhadap kebaikan dan keikhlasan kita dalam melakukan kegiatan yang diridhoi oleh Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s