KISAH NYATA SEORANG PEJABAT

Tahun 1986 waktu itu penulis diajak mencoba mobil mini bus baru untuk berkeliling dari Yogyakarat sampai ke Jawa Timur, kami berlima melakukan perjalanan selama dua hari berkeliling kota kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berangkat melaui jalur selatan sedangkan pulangnya melaui jalur utara. Dalam perjalanan pulang melalui jalur utara kami berhenti di kota Demak dan memasuki sebuah komplek yang pada awalnya saya dan dua orang teman saya sama sekali tidak menyadari kalau komplek tersebut adalah sebuah komplek pelacuran yang terkenal di Demak, dua orang teman kami langsung menghilang dalam komplek tersebut setelah memarkir mobil dan kami bertiga benar benar dibuat bingung dengan situasi yang ada karena memang baru pertama kali kami bertiga masuk komplek pelacuran seperti itu. Kami semakin bingung dan ketakutan juga malu ketika banyak wanita yang menghampiri kami bertiga dan ternyata memang hal ini ulah dari ke dua teman kami yang sudah menghilang tadi.

Kami berhasil menghindar dari ajakan wanita wanita penghibur tadi dan kami berusaha meninggalkan komplek dan bermaksud menunggu dua orang teman yang menghilang tadi di luar komplek, ketika sampai di tempat parkir mobil ada seorang bapak yang baru keluar dari sebuah mobil terlihat ketakutan begitu melihat kami dan sang bapak tersebut memasuki mobilnya kembali. Awalnya kami tidak menyadari tetapi setelah kami bertiga duduk duduk tidak begitu jauh dari mobil bapak tersebut timbul rasa curiga terhadap bapak tersebut karena setiap melihat kami bertiga terlihat sekali kalau sang bapak tersebut grogi dan takut dan terulang beberapa kali keanehan dari sikapnya membuat kami bertiga menjadi penasaran dan kemudian kami mendekati sang bapak tadi.

Ketika kami sudah ada disamping mobilnya sangat jelas sekali rasa takut yang terlihat dari sikapnya dan bapak tersebut berusa menutupi wajahnya dengan pura pura membaca koran, salah satu dari kami mencoba mengajak berbicara dengannya dan ternyata apa yang terjadi adalah hal yang sangat menggelikan karena sang bapak tersebut mengira salah satu dari kami adalah sopir mobil pribadi istrinya yang memang menurutnya sangat mirip wajahnya dan perawakanya tetapi suara memang sangat berbeda jauh.

Maka setelah mengetahui kesalahannya sang bapak tadi mengajak berbincang bincang sambil tertawa tawa mengingat kejadian lucu yang baru saja dialaminya. Kemudian kamipun bertanya kepada bapak tersebut yang berpakain necis yang jelas menunjukan bahwa dia orang kaya dan berpendidikan karena dari penapilan sangat terlihat sekali, ternyata sang bapak tersebut adalah seorang pejabat dalam pemerintahan provinsi di kota Semarang dan dia baru saja selesai mengikuti penataran  P4 ( Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila ) di Tawangmangu Solo yang saat itu memang menjadi hal wajib harus diikuti oleh semua pegawai negeri maupun juga oleh para mahasiswa yang baru masuk kuliah dan bahkan wajib diikuti oleh para pemuda dan tokoh masyarakat.

Kami bertiga sangat terkejut dan menggeleng gelengkan kepala begitu mengetahui siapa sang bapak tersebut yang nota benenya barusan saja mengikuti penataran P4 selama satu minngu dan begitu selesai penataran malah mampir ke tempat yang sangat dilarang keras oleh ajaran agama. Dan apa jawaban dari bapak tersebut ketika kami tanyakan kepadanya mengapa habis penataran P4 kok malah  mampir ke tempat seperti ini ? Dengan enteng sang bapak menjawab penataran selama seminggu membuatnya penat dan stress dia bilang untuk menghilangkan kepenatan dan rasa stress dia mampir ketempat begituan dan dia menambahkan lagi banyak kawan kawannya yang melakukan hal yang sama bahkan pejabat yang jauh lebih tinggi posisinya yang berasal dari Jakarta banyak juga yang melakukan hal yang sama dengan dia.

Hal yang memalukan yang telah dilakukan oleh seorang oknum pejabat pemerintah yang baru saja mendapatkan penataran P4 selama satu minggu tetapi beberapa jam kemudian dengan santainya melakukan hal yang bertolak belakang dengan apa yang telah dia peroleh. Ironis memang kita tidak meragukan banyak pemimpin yang mempunyai IQ yang tinggi tetapi tidak diimbangi sisi agama yang kuat, maka orang orang semacam inilah yang akan menjadi penghancur negeri yang kita cintai ini.

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s