SERUAN JIHAD BUNG TOMO

PIDATO JIHAD BUNG TOMO – DEKLARASI JIHAD ULAMA SE-JAWA YANG DIHILANGKAN

السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله

الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Nama: Sutomo

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 –

Meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada usia 61 tahun

Lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA yang membonceng tentara Sekutu (Inggris), yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Tidak ada satu pun kalimat yang menyinggung peranan umat Islam di dalam deret diorama pertama Museum Satria Mandala. Padahal, ini salah satu contoh saja, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dicetuskan oleh Deklarasi Jihad para ulama se-Jawa pada bulan Oktober 1945 untuk bertekad mengusir penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia.

Peranan Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Suroboyo dengan pidato jihadnya di depan corong RRI Surabaya, dengan berkali-kali memekikkan takbir “Allahu Akbar” hingga bergema di angkasa Kota Pahlawan itu juga sama sekali tidak disinggung. Padahal nyaris seluruh arek-arek Suroboyo rela berkorban jiwa dan raga karena semata-mata didasari adanya semangat jihad fi sabilillah, bukan semangat lainnya.


Bismillahirrahmanirrahim …

Merdeka !!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara, didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli & seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, didalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran. Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini. Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini. Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris !

Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu, menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu, kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari Jepang untuk diserahkan kepadamu.

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah & putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga!

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.

Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar, percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..!

Allahu Akbar..!

Allahu Akbar…!

MERDEKA!!!

Dan ini bukan satu-satunya. Diorama lainnya yang juga secara hambar menggambarkan sejarah perjuangan umat Islam Indonesia adalah diorama tentang Palagan Ambarawa, 15 Desember 1945. Di dalam plat kuning yang berisikan informasi secara garis besar tentang Palagan Ambarawa, tidak ada sedikit pun yang menyinggung tentang peranan para Kiai dan Pasukan Santri yang sesungguhnya merupakan pasukan inti pemukul kekuatan pasukan Inggris, wakil dari pasukan Sekutu, yang baru saja mabuk kemenangan di dalam Perang Dunia II.

Sejarawan Islam dari Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara, mengisahkan, “Sejarah kita tidak menuliskan dengan benar soal Palagan Ambarawa. Padahal momentum itu merupakan momentum yang sangat penting, karena ketika itulah pasukan santri yang dipimpin para kiai berhasil memukul mundur pasukan Inggris yang merupakan pasukan pemenang Perang Dunia II.

Pasukan santri ini juga berhasil merebut sejumlah benteng peninggalan Belanda dan membuat Sekutu yang dipimpin Mayjen Hawthron, Panglima Divisi India ke-23, pontang-panting melarikan diri menuju kapal-kapal perang mereka yang bersandar di pelabuhan Semarang.”

RINGKASAN Peristiwa 10 November

(Pertempuran Surabaya / Battle of Surabaya)

Merupakan bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia dimana Indonesia melawan Britania Raya dan Belanda pada tanggal 27 Oktober – 20 November, 1945 di Surabaya, Indonesia.

Indonesia :

Komandan : Bung Tomo

Kekuatan : 20,000 tentara dan Jumlah korban : 16,000.

Sekutu :

Komandan : Brigjen A. W. S. Mallaby dan Mayjen E. C. Mansergh. Kekuatan : 100,000 pasukan, didukung tank, pesawat tempur, dan kapal perang.Jumlah korban : 2,000.Indonesia tidak pernah dimerdekakan dengan teriakan “HALELUYA”

Tapi Indonesia dimerdekakan dengan pekik JIHAD FI SABILILLAH “ALLAHU AKBAR !”

Jihad ulama, ustadz, santri & muslim yang melawan penjajah penyebar ajaran “TUHAN 3 in 1”

Tapi mengapa “mereka” sekarang seolah membenci sekali Islam?

Tidak benar semua agama sama, hanya 1 agama yang benar ! Dalam Al Qur’an difirmankan oleh Allah :

Barang siapa mencari agama selain Islam,maka sekali-kali tidak diterima dari-nya, & dia di akhirat termasuk orang2 rugi (QS. Ali ‘Imran 3 :85).

Kita mengetahui kebenaran firman Allah dalam Al Qur’an, secara ilmiah dan singkat bisa dijelaskan bahawa Al Qur’an adalah : Satu satunya kitab suci sebuah agama yang tetap asli selama hampir 15 abad, sejarah penulisannya sangat jelas dan gamblang, jutaan Muslim mampu menghafal bahkan ada yang baru usia 5 tahun, berkali kali dipalsu tidak pernah berhasil karena Allah menjamin bahwa Al Qur’an tidak bisa dirubah ( QS. Al Anam 6:115 & QS. Al Kahfi 18:27 ), di seluruh dunia Al Qur’an semua sama ( semua edisi, semua tahun cetakan adalah sama ), Bentuk fisik Al Qur’an yang pertama masih ada, setiap tahun pada tanggal 17 Ramadhan Al Qur’an di kalibrasi ( cek ulang ) di Mekah dengan mendatangkan ulama ulama yang hafal Al Qur’an dan masih banyak lagi bukti bukti bahwa Al QUr’an itu 100 % pure adalah firman Allah.

Disebutkan dalam QS. Al Waqi’ah 56 : 75-81 tentang Al Qur’an :

75. Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,

77. sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia,

78. pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz),

79. tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.

80. Diturunkan dari Tuhan semesta alam.

81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur’an ini?,

 

Muhammad  Taufik  Hidayat

Trainer and Motivator

Residence :

Nganti RT/RW 1/7  No. 45B Sendangadi, Mlati – Sleman, Yogyakarta

Mobile Phone : 081 227 64573     Home Phone : 436 2225

E-mail : mtaufikhz@gmail.com

Blog    : http://mtaufiqh.blogspot.com         ( English Version )

https://mtaufikhz.wordpress.com    ( Indonesian Version )

 

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

10 Balasan ke SERUAN JIHAD BUNG TOMO

  1. nailal muna berkata:

    minta izin copi foto Bung tomo

  2. taucampur berkata:

    mohon ijin gan untuk q share…

  3. wong ndeso berkata:

    mengapa agama TRINITAS membenci ISLAM? jawabannya: Karena mereka WARISAN PENJAJAH !

    • Muhammad Taufik Hidayat berkata:

      YUp sejarah dan fakta mengatakan begitu, para penjajah dari Eropa mempunyai semboyan yang sangat terkenal ketika menjajah bangsa bangsa lain yaitu for Gold, Glory, and Gospel

  4. Mohon izin untuk di-copy dan di-share, ustadz…

    Jazaakumullaahu khoiir…

  5. Dadang Heriyanto berkata:

    Ijin Ustadz untuk di copy dan di share ke Keluarga Anak Istri Cucu Sahabat dan Teman-teman semua untuk membarakan existensi dan semangat Nasionalisme kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s