SSQ UNTUK MEMAKSIMALKAN ASSET PRIBADI

Dalam beberapa kali seminar dan juga training, seperti training ; Character Building, NLP, Motivation, Entrepreneurship, Seven Habits, People Management, Team Work Buliding dan lain lainya banyak para trainer atau motivator yang menggunakan kata kata motivasi yang berasal dari ayat ayat Al Qur’an maupun hadits tanpa memberi penjelasan bahwa kata kata motivasi tersebut diambil dari ayat Al Qur’an atau dikutip dari Hadits, seperti kita ketahui para trainer dan motivator tersebut adalah dari pihak non-Muslim. Dan kadang kadang dari para peserta training yang kebanyakan adalah orang orang Islam tidak mengetahui bahwa kata kata motivasi tersebut dikutip dari Al Qur’an dan Hadits.

Kata kata motivasi yang sering dipakai oleh para motivator adalah :
“Tuhan tidak akan pernah merubah kondisi kita sebelum kita juga merubah diri kita”. Kalimat ini dikutip dari Al Qur’an yang aslinya adalah :
“Allah tidak akan pernah merubah kondisi kita, hingga kita merubah apa apa yang ada dalam diri kita”. ( QS.An Anfaal 8 : 53 )

“Sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan”
Jelas sekali bahwa ayat tersebut merupakan dari Al Qur’an surat Al-Insyiraah 94:5-6

5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

“Tuhan tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan manusia”.
Kalimat motivasi tersebut adalah kutipan dari Al Qur’an surat Al Baqarah 2:286.
286. Allah tidak akan membebani kamu kecuali sebatas kemampuan yang ada.

“Doa bisa merubah nasib kita”.
Kalimat tersebut adalah kutipan dari sebuah hadits
“Doa kita bisa merubah nasib kita, dan kebaikan dapat memperpanjang umur kita.
(HR. Ath-Thahawi)

Dan masih banyak lagi kutipan kutipan kalimat motivasi yang diambil dari ayat ayat Al Qur’an dan hadits yang tentu saja dilakukan sedikit perubahan terutama pada kata kata Allah diganti dengan kata Tuhan dan yang cukup memprihatinkan kebanyakan dari para trainer atau motivator tidak menyebutkan dari mana kalimat kalimat motivasi tersebut diambil dan lebih memprihatinkan lagi para peserta training yang kebanyakan orang orang Islam juga kadang kadang tidak mengetahui bahwa kalimat kalimat tersebut dikutip dari Al Qur’an dan hadits.

Berdasarkan alasan alasan tersebut di atas kami berusaha menyusun sebuah buku yang Islami yang focus terhadap pengembangan asset asset pribadi kita secara Islami sehingga nantinya insya Allah kita bisa menjadi orang orang yang sukses yang selalu berhati hati dalam melangkah dan selalu berjalan dalam koridor Islam yang berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Hadits.
Seperti kita ketahui bahwa ternyata di dalam Al Qur’an dan Hadits banyak sekali tertulis kalimat kalimat motivasi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia terutama bagi kita ummat Islam yang beriman, tentang kehidupan dan cara menghadapinya, tentang kesehatan, tentang bagaimana membangun karakter yang Islami ( Emotional Quotient ), dan juga bagaimana cara mengasah hati nurani dan spiritual ( Spiritual Quotient ).

Alhamdulillah materi materi yang disusun dalam buku yang berjudul : “SSQ Untuk Memaksimalkan Asset Pribadi” sudah sering disampaikan dalam training training motivasi kepada para generasi muda Islam, para mahasiswa, dan siswa siswa SLTA dan juga secara umum, pada pelatihan pelatihan entrepreneurship atau pelatihan pelatihan kewirausahaan, pengalaman kami yang pernah bekerja di beberapa perusahaan selama 25 tahun yang memulai karier dari bawah sekali dan sampai bisa memegang jabatan Manager Produksi di perusahaan asing insyaa Allah sangat membantu dalam penyusunan buku ini.
Pengalaman kami yang sudah berkali kali mendapatkan training dari para trainer tingkat dunia dalam even Training Of Trainer ( TOT ) yang mana trainernya berasal dari Jepang, Amerika, Canada, Australia, England, dan lain lain insya Allah juga sangat membantu dalam penyusunan buku ini yang mana kami juga menggabungkan aqidah aqidah Islam dalam penyusunan buku ini sehingga kami harapkan adanya keseimbangan antara Soft Skill ( Karakter dan spiritual ) dan juga Hard Skill ( Ketrampilan ).
Seperti kita ketahui pelatihan ( training ) yang hanya focus kepada pengembangan Intelligence Quotient ( IQ ) tanpa diimbangi dengan pelatihan spiritual sangatlah berbahaya bagi generasi muda Islam, para pejabat pejabat yang korup di negeri ini semuanya adalah orang orang yang pintar dan mempunya Intelligenc Quotient ( IQ ) yang baik bahkan genius, tetapi sayangnya sangatlah kurang dari sisi kecerdasan spiritual ( Spiriutal Quotient ) sehingga hati nurani mereka tidak bekrja dengan baik malah ada yang sudah tidak bekerja atau mati hati nuraninya.

Seperti disebutkan dalam sebuah hadits bahwa : “ Kecerdasan dan ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta, sedangkan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah pincang”. Sangatlah jelas ungkapan tersebut bahwa ilmu pengetahuan dan juga IQ tanpa diimbangi spiritual yang kuat akan membuat seseorang buta, buta dalam arti buta hati dan juga buta hati nurani sehingga mereka tidak peduli terhadap hak hak orang lain yang telah mereka ambil, tidak peduli dengan penderitaan orang lain yang disebabkan ulah mereka, dan hal ini bisa dengan mudah kita jumpai di negeri ini dan juga orang orang yang ada di sekitar kita. Para koruptor yang semakin marak dan semakin banyak bermunculan di negeri ini baik di instansi pemerintah, di perusahaan, para pejabat, dan bahkan yang paling parah malah marak juga terjadi dalam jajaran penegak hukum yang nota benenya sebagai panutan dan pelindung masyarakat.

Bukanlah rahasia lagi bahwa pada saat sekarang untuk mendapatkan pekerjaan selalu kental dengan suap menyuap, masuk polisi, masuk ABRI, menjadi pegawai negeri selalu diwarnai dengan suap menyuap. Juga pemilihan lurah, kepala desa, bupati, kepala daerah yang tidak bisa lepas dengan politik uang, survey terakhir di negeri ini dari 32 propinsi di Indonesia ternyata 18 gubernurnya bermasalah dengan korupsi suatu hal yang sangat memprihatinkan dan memalukan di mata dunia. Hukum sebab akibat dalam proses mendapatkan pekerjaan yang selalu menggunakan uang sebagai pelicin bahkan kadang kadang besarnya diluar nalar bila dibandingkang gaji yang akan mereka terima sangatlah tidak seimbang, maka akibatnya ketika mereka menjabat focus utama mereka adalah bagaimana mereka bisa mengembalikan modal yang telah mereka keluarkan ketika mereka mau mencapai posisi tersebut dan tentu saja jalan singkatnya adalah korupsi karena kalau mengandalkan gaji bulanan mereka tidaklah mungkin mereka bisa balik modal.

Insya Allah buku “ SSQ Untuk Memaksimalkan Asset Pribadi “ bisa membantu dalam membangun generasi muda Islam sehingga mereka mau bekerja keras, pantang menyerah, jujur, positive thinking, mempunyai pribadi yang bisa dipercaya ( Personal Trustworthiness ), tidak mau mengambil yang bukan haknya, menghargai waktu, good team player, tidak anti kritik, mampu mengoreksi diri dengan baik, dan mempunyai Adversity Quotient ( kemampuan untuk bangkit dalam kondisi yang sangat terpuruk ) dan hal hal yang lain yang positive dalam kehidupan kita. Amin.

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s