PENDARATAN DI BULAN AS, BOHONG BELAKA !

Ketika masih terjadi perang dingin antara Uni Sovyet dengan Amerika, Uni Sovyet dalam pengembangan teknologi roket untuk menembus angkasa luar ternyata lebih unggul dengan keberhasilannya meluncurkan satelit buatan yang pertama di dunia dengan nama Sputnik I pada 4 Oktober 1957. AS kemudian menyusul dengan meluncurkan satelit pertamanya yang dinamai Explorer I pada 31 Januari 1958. Pada 12 April 1961, Rusia kembali memimpin dengan meluncurkan manusia pertama ke angkasa luar, Yuri Alekseyivich Gagarin, seorang mayor Angkatan Udara Rusia yang meluncur dengan kapsul Vostok I. Kurang dari sebulan kemudian, AS yang kebakaran jenggot karena terus didahului Rusia maka kemudian Amerika meluncurkan astronot pertamanya, Alan B Shepard, dengan kapsul Mercury 7.

Peluncuran kapsul Mercury 7 tersebut dilakukan secara terburu-buru dengan teknologi yang belum matang sehingga Shepard hanya mampu mengangkasa selama 15 menit dengan ketinggian maksimal 184 km. Padahal, Gagarin bisa mengangkasa selama 108 menit dengan ketinggian maksimal 301,4 km dalam sekali orbit.
Misi Shepard pun sebenarnya hanyalah penerbangan naik-turun dan tidak sampai mengorbit bumi. Wajar kalau Rusia mengejek misi ini sebagai “penerbangan kutu loncat”. AS baru berhasil mengirimkan pesawat pengorbit pada 20 Februari 1962, ketika kapsul Friendship 7 yang diawaki oleh Letkol John Herschel Glenn berhasil melakukan 3 kali orbit dalam penerbangan selama 4 jam 56 menit. Prestasi ini masih kalah jauh dari kemajuan yang dicapai Rusia pada 6 bulan sebelumnya, ketika Mayor German Stephanovich Titov berhasil mengorbit 17 kali dalam penerbangan selama 25 jam 18 menit dalam kapsul Vostok II.
Perlombaan dan persaingan dalam menaklukan angkasa luar berjalan selama berpuluh puluh tahun dalam suasana perang dingin antara Uni Sovyet dengan Amerika dan hal ini membuat Amerika benar benar geram dan kebakaran jenggot karena Uni Sovyet selalu unggul dalam pesaingan menaklukan angkasa luar.
Apalagi ketika pesaing Amerika yaitu Uni Sovyet pada tanggal 14 Febuari 1959 berhasil mengirim pesawat Lunik II ke bulan tanpa awak tetapi sayang karena pada waktu melakukan pendaratan pesawat di bulan terlalu keras maka peralatan yang dibawa Lunik II rusak, baru pada Febuari 1966 Rusia berhasil mengirim Lunik IX dengan pendaratan yang lunak dan berhasil mengirimkan gambar gambar ke bumi. Hal ini semakin membuat AS geram dan kebakaran jenggot karena ternyata Rusia selalu bisa memenangkan perlombaan dalam menaklukan angkasa luar yang mana hal ini membuat nama Amerika di mata dunia menjadi lebih rendah dari pada nama Uni Sovyet atau Rusia.

Untuk menutupi kekalahan kekalahan dalam menaklukan angkasa luar melawan Rusia dan juga demi gengsi maka terciptalah konspiracy kecurangan ( Hoax Theory ) AS yaitu dengan mengumumkan pendaratan pesawat Appolo 11 pada tanggal 21 Juli 1969 yang diawaki oleh ; Niel Amstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collin, dan mereka berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai manusia pertama yang menginjak permukaan bulan melalui misi Apollo-11. Misi ini dilanjutkan dengan 5 pendaratan lainnya, masing-masing Apollo-12 (November 1969), Apollo-14 (Februari 1971), Apollo-15 (Agustus 1971), Apollo-16 (April 1972), dan terakhir, Apollo-17 (Desember 1972). Misi Apollo juga pernah mencatat kegagalan, tepatnya menimpa misi Apollo-13 yang kecelakaan (ledakan pada salah satu modulnya). Untunglah para awak Apollo 13 dapat kembali dengan selamat ke bumi, walaupun gagal menjejak ke permukaan bulan.

Sementara itu, Rusia tercatat pernah mengirimkan modul Lunkhod I pada 17 November 1970. Modul ini berupa robot yang dikendalikan dari bumi. Namun sesudahnya program antariksa Rusia di bulan tidak lagi berlanjut. Begitu pula AS. Setelah berakhirnya misi Apollo-17, AS tidak lagi mengirimkan manusia ke bulan. Alasannya, boros dan berisiko.
Pada awalnya pendaratan Appolo 11 di bulan disambut sangat luar biasa oleh masyarakat dunia karena ternyata AS tidak kalah dengan Uni Sovyet, tetapi seiring berjalannya waktu kecurangan AS akhirnya mulai terkuak yang dikarenakan terjadinya keanehan keanehan pada pendaratan Appolo 11 di bulan yang dimaksudkan untuk menyaingi Uni Sovyet.
Salah satu figur yang paling sering bersuara keras meragukan keberhasilan misi Apollo 11 adalah Bart Sibrel-sutradara lokal yang dikenal cerdas dan cermat dalam membuat film, sehingga Bart Sibrel membuat film dengan judul “ A Funny Thing Happened On The Way To The Moon “ untuk mengungkapkan kebohongan NASA dan pemerintahan Amerika, tidak hanya Bart Sibrel yang bersuara keras terhadap kebohongan pendaratan Apollo 11 di bulan tetapi sebelum Bart banyak juga para penulis buku yang menulis tentang kebohongan pendaratan Apollo 11 di bulan seperti :
Bill Kaysing menulis buku “We Never Went To The Moon “
Ralp Rene menulis buku “NASA Mooned America”
David Peary and Marry Bennet menulis buku “Dark Moon Apollo And The Whistle Blowers”
Mereka adalah orang orang Amerika sendiri yang dengan keras dan lantang menyuarakan tentang “ Moon Landing As The great Hoax Of Century” pendaratan di bulan adalah merupakan kebohongan terbesar dalam abad ini, dan memang anehnya dari pihak NASA ataupun pemerintah Amerika tidak pernah mau menjawab atau mengomentari pertanyaan pertanyaan mereka terhadap kejanggalan kejanggalan yang terjadi dalam pendaratan Apollo 11 di bulan pada tanggal 21 Juli 1969
.
Pada tanggal 15 Febuari 2001 dalam sebuah acara di American TV Network, Conspiracy Theory Program dengan judul “ Did we land on the moon ? Dimana seorang actor X’s File Mitch Pileggi menceritakan bahwa pendaratan Appolol 11 adalah hasil rekayasa studio.
Hal ini dilakukan pemerintah Amerika Serikat karena untuk menutupi rasa malu AS terhadap Uni Sovyet yang selalu mengungguli tehnologi ruang angkasa dari pada Amerika.
Adapun kejanggalan dan Keanehan keanehan yang ada dalam misi Appolo 11 adalah :

1. Tidak ada bekas lubang pendaratan pesawat Appolo 11
2. Bendera AS bisa berkibar seperti terkena angin padahal dalam daerah hampa udara
3. Bayangan tidak paralel dan saling bertabrakan satu dengan lainnya
4. Tidak terlihat bintang satupun dalam foto foto pendarata di bulan
5. Batuan batuan dalam back ground foto ada tanda C ( Hal ini biasa dipakai dalam syuting film untuk menandai property studio mana batu batu tersebut )
6. Kendaran bulan yang dibawa oleh Appolo 11 Lunar Roving berukuran 3.1 x 1.3 sedangkan ukuran Appolo 11 hanya 1.5 x 1.3.
7. Komunikasi suara tidak ada jeda padahal jarak bumi dengan bulan 385.000 km, yang seharusnya membutuhkan waktu lebih dari 10 detik untuk bisa menerima suara dari bulan dan sebaliknya.
8. Tidak ada keterangan yang jelas bagaimana pesawat mereka bisa melewati sabuk Van Allen karena pada saat itu tehnology manusia belum mampu melewari sabuk Van Allen.
9. Jejak kaki yang dalam seolah olah sang astronot sangat berat.
10. Kualitas gambar foto yang luar biasa baiknya bila dilihat dari kondisi dan situasi bulan yang sesungguhnya, dan secara teory tidak ada gambar yang bisa diambil di bulan karena film akan melelh pada temperature 250 drajat Farenheit. Dan sebetulnya masih banyak lagi kejanggalan kejanggalan yang terjadi yang lebih rumit yang hanya bisa dianalisa setelah adanya tehnologi yang jauh lebih canggih dan juga pengetahuan tentang Astronomy yang semakin berkembang dan semakin maju.

Bendera AS berkibar di bulan ? Seperti kita ketahui bulan tidak ada angin dan hampa udara dan untuk bernafas saja tidak bisa kecuali dengan peralatan khusus atau menggunakan pakaian khusus.

Jejak kaki yang dalam seolah olah sang astronot mempunyai berat badan yang sangat berat padahal grafitasi di bulan hanya 1/10 grafitasi di bumi dan anehnya jejak bekas pedaratan Apollo yang seharusnya jauh lebih jelas malah tidak terlihat ( atau malah tidak ada ).

Pada gambar ini (perhatikan daerah yang dilingkar). Jejak Lunar Rover ini sangat jelas terbentuk. Pada kenyataanya kita harus memiliki campuran senyawa dan air untuk dapat menciptakan jejak yang jelas seperti itu, Jika kita melihat batu yang diberi label R akan terlihat sebuah huruf ‘C’ terpahat diatas batu. Apakah ada yang lupa mindahin?

Bayangan bayangan benda yang mucul arahnya berbeda beda pada masing masing benda hal ini jelas ada banyak sumber cahaya ketika dilakukan pemotretan atau pengambilan gambar pada astronot dan bendera AS yang sedang berkibar.
Berbekal argumentasi di atas, Bart Sibrel seorang sutradara yang terkenal pernah meminta “ Buzz Aldrin “ bersumpah di atas kitab Injil bahwa ia memang pernah berjalan-jalan di Bulan. Akibatnya, ‘Buzz’ naik pitam, dan memukul Sibrel di sebuah hotel di Los Angeles.

Untuk meredam silang pendapat tersebut, NASA mencoba mereaksinya dengan membuat semacam buku putih soal misi Apollo 11. Mereka meminta James Oberg, kolumnis antariksa kenamaan, untuk menulis buku tersebut. Konon, Oberg dibayar Rp150 juta (kala itu) untuk merealisasikan buku putih tersebut. Tapi anehnya, proyek ‘buku putih’ NASA tadi tiba-tiba dibatalkan, hanya sehari setelah pengumuman jadwal terbitnya.

Dalam situasi seperti itu sangat wajar bila pihak yang terpojok tiba-tiba menjadi terkejut, panik, lalu lepas kontrol karena tak siap mental. Inilah yang terjadi pada ‘Buzz’ Aldrin, sampai ia menonjok Sibrel.Ini sungguh sebuah sikap yang tak layak dilakukan oleh seorang ‘pahlawan bangsa’. NASA juga tampak over reaktif dengan proyek buku putihnya, meski kemudian dibatalkan tanpa penjelasan apa pun.

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

6 Balasan ke PENDARATAN DI BULAN AS, BOHONG BELAKA !

  1. zaki berkata:

    maaf bukanya so tau ,, tpi kyanya nasa beneran kesana dan tentang perkataan2 km bilang bohong mereka ga pernah kesana , coba kamu cari disitus lain , ada seseorang yg ngejawabnya !!!

  2. alisalv berkata:

    yah emang dari dulu Amerika itu curang. ga usah dalam hal sains, dalam hal musik saja masi tergolong payah daripada Uni Soviet yang bisa nyiptain ribuan lagu yang lebih bermutu.

  3. bernard berkata:

    maaf bukan membela amerika tetapi kalau amerika tidak pernah ke bulan bagamana bisa mereka mengirim misi apollo hingga apollo 17? sampel batuan bulan yang unik apakah didapat dari hasil sintetis,,, seberapa canggih tehnologi saat itu untuk membuat batu sintesis?

    • Muhammad Taufik Hidayat berkata:

      Semua ini diungkap oleh imuwan Amerika sendiri dan NASA sendiri sampai hari ini belum bisa memberikan jawaban, hal ini seperti kebohongan AS yg menghancurkan WTC dan dituduhkan pada Islam, tapi setelah terungkap dengan jelas kok AS dan sekutunya diam saja !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s