KISAH SEORANG TRAINER P4

KISAH NYATA SEORANG TRAINER PEDOMAN PENGHAYATAN & PENGAMALAN PANCASILA ( P 4 )

jepret-jepret(460)

Kisah ini adalah pengalaman nyata yang dialami sendiri oleh  penulis sekitar tahun 1985 yang tidak mungkin kami lupakan sebagai pelajaran hidup yang sangat berharga, kisah ini sudah sering kami ceritakan ketika kami memberikan traning training motivasi terutama kepada generasi mudah mahasiswa. Waktu itu penulis belum berkeluarga, suatu hari datang ke rumah seorang teman untuk mengajak jalan jalan dengan mobil baru  yang baru beberapa minggu dibelinya, tiga hari kemudian berangkatlah kami berenam melalui jalur selatan kearah Malang. Kami bergantian dalam menyupir supaya tidak terasa capai, dalam perjalanan ke Malang tidak ada hal hal yang berarti dan kita hanya sesekali berhenti untuk istirahat. Dalam perjalanan pulang kita lewat jalur utara dan sesampainya di Demak kira kira jam 09.00 pagi mobil masuk ke dalam sebuah komplek yang ternyata mobil bisa parker di tempat yang diinginkan ( lansung ke dalam ) begitu keluar kami bertiga sangat terkejut karena ternyata komplek tersebut adalah komplek “asrama dara” ( pelacuran ), tiga orang temen lainnya ternyata sudah tahu sebelumnya tetapi kami bertiga sama sekali belum pernah  masuk daerah komplek pelacuran seperti itu. Tiga orang yang sudah tahu kemudian menghilang entah kemana kelihatanya mereka bertiga sudah sangat hafal komplek tersebut.

Kami bertiga yang belum pernah masuk dalam komplek pelacuran benar benar dibuat pucat apalagi kemudian beberapa wanita datang menghampiri dan merayu kami yang membuat kami tambah grogi dan tentu saja kami menghindari rayuan beberapa wanita penghuni komplek tersebut dan akhirnya kami bertiga bisa keluar dari komplek tersebut. Yang kami herankan teman kami yang bertiga yang langsung menghilang ketika di dalam komplek adalah orang orang yang bekerja di sebuah instansi yang seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada yang lainnya.

Kemudian kami duduk duduk di bawah pohon yang besar sambil menunggu tiga orang teman kami keluar, ada kejadian aneh ketika kami bertiga duduk dibawah pohon ada seorang lelaki yang keluar dari mobil mewahnya yang kemudian masuk mobil lagi ketika melihat kami. Sebetulnya kami tidak peduli dengan kejadian tersebut karena kami sama sekali tidak mengenalnya, tetapi setelah terjadi keanehan berikutnya yang terulang berkali kali yaitu setiap kami melihat kepada orang tersebut yang duduk dalam mobil maka orang tersebut menutup wajahnya dengan Koran dan itu terjadi berulang ulang sehingga membuat kami penasaran sehingga kami mendekat.

Ketika kami bertiga sudah disamping mobil mewahnya orang tersebut pura pura tidak tahu dan pura pura membaca koran, hal tersebut membuat kami makin penasaran sehingga kami memberanikan untuk bertanya dan itupun sampai tiga kali pertanyaan yan sama kami ulang baru orang tersebut menurunkan koranya dan melihat kami dan kemudian kami bertanya lagi kenapa bapak takut ketika melihat kami bertiga ? Dan jawabanya sangat mengejutkan dan sekaligus menggelikan karena bapak tersebut menganggap salah satu dari kami adalah supir pribadi istrinya karena memang sangat mirip menurut bapak tersebut, sehingga bapak tersebut takut keberadaanya di komplek pelacuran tersebut sampai ke telinga istrinya. Kemudian kami bertanya pada bapak tersebut dari mana asalnya dan bekerja dimana, dan jawannya jauh lebih mengejutkan karena bapak tersebut adalah seorang pejabat dari Semarang yang baru saja memberikan training P4 ( Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila ) di Tawangmangu selama satu minggu, dan yang membuat kami geleng geleng kepala seorang pejabat yang barusan memberi training P4 yang tentu saja berisikan cara hidup yang benar tetapi ternyata melakukan hal yang sangat bertolak belakang dengan apa yang ditrainingkan. Dan untuk membuat pembenaran atas tindakan maka bapak tersebut menceritakan bahwa para pejabat yang lain yang nota benenya atasan bapak tersebut malah lebih parah karena melakukan hal yang sama tetapi dimasukan sebagai tanggungan dinas yang tentu saja merubah kwitansi yang sudah direkayasa. Secara kecerdasan intellectual bapak tersebut yang merupakan seorang pejabat yang bisa dilihat dari mobil mewahnya dan juga pengakuannya sendiri tentu saja bapak tersebut mempunyai IQ yang baik tetapi sama sekali tidak diimbangi oleh kecerdasan spiritual yang memadai.

Yang lebih mengerikan lagi bapak tersebut adalah seorang pejabat yang juga seorang trainer P4 yang saat itu sangat gencar ditanamkam oleh pemerintahan kepada seluruh pegawai negeri, para mahasiswa, para pejabat, dan juga instansi swasta bagi mereka yang tidak mau menerima training P4 akan akan bermasalah dengan pemerintah pada saat itu. Hampir 30 tahun kemudian negeri ini secara moral para pemimpin belum ada perubahan yang significant malah para pemimpin memberikan contoh contoh yang sangat negative seperti kasus yang sedang hot saat ini yaitu kasus bupati garut. Para pemimpin sedang melakukan penghancuran moral kepada rakyat negeri ini ( demoralize ) dan hal tersebut sekarang dilakukan dengan terang terangan apalagi para pejabat yang dipelosok yang di luar jawa mereka seperti raja raja kecil karena hal ini telah diajari oleh para pejabat pejabat pusat. Insya Allah negeriku ini akan segera berubah menjadi negeri impian yang nyata, Amin.

Muhammad Taufik Hidayat

Book Writer and Motivator

Residence :

Nganti RT/RW 1/7  No. 45B Sendangadi, Mlati – Sleman, Yogyakarta

Mobile Phone : 081 227 64573     Home Phone : (0274) 436 2225

E-mail : mtaufikhz@gmail.com

Blog    : http://mtaufiqh.blogspot.com          ( English Version )

https://mtaufikhz.wordpress.com      (Indonesian Version )

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s