KISAH NYATA KEDISIPLINAN DENGAN ORANG ASING

Disiplin adalah sebuah persoalan yang sangat rumit di negeri ini, kalau kita melihat kedisiplinan negara negara lain maka kedispilnan warga di Indonesia jauh di bawah standar negara negara maju, bahkan dibandingkan Singapura, Malasyia, maupun China sangat jauh ketertinggalanya. Lalu lintas di Indonesia sangatlah semrawut sehingga sering membuat geleng geleng para turis manca negara, salah satu penyebab kemacetan lalu lintas adalah karena ketidak displinan para pengguna jalan, mereka para turis tidak habis mengerti karena jelas ada beberapa polisi yang sedang mengatur lalu lintas tetapi tetap banyak pelanggaran terjadi terutama pada persimpangan jalan jalan yang belum ada traffic lightnya. Berikut adalah pengalaman pengalaman pribadi tentang kedisplinan di negeri ini bersama orang asing.

DSCF1459

  1. 1.      Kesremawutan Lalu Lintas Menjadi Tontonan Para Turis Asing.

 Kami masih ingat kejadian lucu yang terjadi di perempatan jalan Parangtritis, Bantul – Yogyakarta, sekitar Km 3 persimpangan dengan jalan Timuran dimana banyak sekali guest house untuk turis turis asing sehingga dikenal sebagai kampung International karena turis turis asing dari semua negara banyak yang tinggal disekitar perempatan Timuran, selain banyaknya guest house juga di sekitar perempatan Timuran dan jalan Parangtritis banyak berdiri tempat tempat santai bagi para turis asing sambil makan dan minum sehingga kondisi lalu lintas di perempatan tersebut sangat jelas terlihat.

 Ketika kebetulan kami melintas di perempatan tersebut sekitar jam 06.30 pagi ternyata banyak turis yang melihat beberapa polisi lalu lintas  yang sedang mengatur lalu lintas yang memang sangat padat dan kebetulan perempatan tersebut belum ada Traffic Light nya sehingga setiap pagi jam padat selalu ada polisi lalu lintas yang mengaturnya. Dan yang membuat para turis geleng geleng kepala dan juga kadang kadang tertawa karena para pengendara sepada motor banyak sekali yang melanggar dan tidak mematuhi aba aba yang diberikan oleh polisi lalu lintas sehingga kadang kadang terjadi kecelakaan kecil lalu lintas yang membuat sang polisi marah dan emosi.

Memang kelihatan ada diskriminasi dalam peraturan lalu lintas dan itu hampir terjadi di semua perempatan jalan terutama yang sudah ada Traffic Light nya, karena kalau yang melanggar traffic Light itu mobil atau sepeda motor maka dengan cepat polisi akan menilangnya bahkan kalau sang pelanggar lampu lalu lintas lari sang polisi akan mengerjarnya. Tetapi anehnya ketika yang melanggar itu tukang gerobag, tukang beca, atau sepeda biasa sang polisi kok yang diam saja padahal sama sama membahayakan keselamatan pengguna jalan yang lain atau karena yang tidak ditilang dipandang tidak mempunyai uang untuk bayar denda tilang yang selalu dibayarkan di tempat ?

  1. 2.      Disiplin Jadwal Penerbangan Pesawat Di Indonesia.

Juga disiplin waktu yang mana sering sekali terdengar istilah jam karet hampir disemua kegiatan yang ada di negeri ini, jadwal kereta, jadwal bus malam, bahkan jadwal keberangkatan ( take off ) dan landing pesawat yang sangat sering molor, juga jam rapat di kantor, di kalurahan, di Pemda, di kampus, dan lain lain sudah sangat familiar dengan istilah jam karet. Ketika kami sedang menunggu pesawat di bandara International Soekarno-Hatta, Cengkareng untuk menuju ke Yogyakarta dalam penerbangan transit kebetulan kami duduk bersebelahan dengan pasangan suami istri dari Swedia dan kamipun asyik ngobrol yang ternyata mereka baru sekitar 3 minggu di Indonesia untuk tour dan mereka baru saja dari Medan mau menuju Yogyakarta dan transit di Jakarta.

Ternyata jam keberangkatan ditunda sampai dua kali hingga total waktu menunggu lebih dari satu jam, pasangan suami istri dari Swedia dah berkali kali geleng geleng kepala dan ternyata mereka mengalami penundaan keberangkatan pesawat tidak hanya sekali dua kali saja tetapi sudah sangat sering begitu mereka pertama kali landing di Bandara Soekarno Hatta maka perjalan udara selanjutnya hampir selalu mengalami penundaan, mungkin saking kesalnya mereka berkata :

“It’s unbelievable almost all our flight in Indonesia were dellayed, I think when we were flying on time it’s due to getting technically mistake !” ( Tidak bisa dipercaya hampir semua penerbangan kami di Indonesia tertunda, saya pikir ketika kami terbang tepat waktu itu malah sebuah kesalahan teknis ! )

Saya jelas tertawa mendengar joke mereka dan saya pun memberi komentar :

“Yup Absolutely I gree, due to it’s happened to me also”

( Yah, saya setuju banget karena saya juga mengalami hal yang sama )

Dan kamipun tertawa bersama sama dan tetap bersabar untuk menunggu pesawat yang akan membawa kami menuju Yogyakarta. Sebuah sindiran yang sangat menohok industri penerbangan pesawat di negeri ini, tetapi pada kenyataanya belum ada perubahan dalam keterlambatan jadwal yang kadang sering mundur tidak hanya satu kali malah sering juga pengumanan jadwal diundur lagi sampai dua atau tiga kali, padahal kalau yang terlambat penumpang pesawat maka dengan enaknya mereka akan meninggalkan penumpang yang terlambat. Memang ada konpensasinya kalau pesawat terlambat lebih dari satu jam maka sang calon penumpang akan mendapatkan fasilitas snack di ruang tunggu, tetapi dalam kenyataannya berkali kali kami mengalami keterlambatan keberangkatan pesawat ( take off ) belum pernah mendapatkan snack tersebut.

  1. 3.      Disiplin Buang Sampah

Dari sisi kebersihan dan pembuangan sampah terutama di kota kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan, dan lain lain, para warga di kota kota besar tahu persis bahwa membuang sampah sembarangan bisa menyebabkan banjir tetapi ternyata mereka tetap melakukanya, hai ini juga disebabkan dari pihak berwenang tidak bisa memberikan contoh dengan baik ( example by doing ) beberapa saat yang silam sebuah stasiun TV swasta menayangkan dengan sanga jelas aparat dari kebersihan kota terlihat sedang membuang sampah ke sungai dalam jumlah banyak padahal mereka mengunakan mobil dengan masih mengenakan seragam pegawai negerinya.

Kisah nyata tentang sampah terjadi pada diri keluarga kami, ketika sekitar tahun 2006 kami sekeluarga mengajak seorang temen dari Australia yang bernama Goerge untuk mengunjungi beberapa tempat wisata, kemudian kami meluncur ke Borobudur selama kurang lebih dua jam di lokasi Borubudur tidak ada yang istimewa kecuali teman kami Goerge yang selalu dikerumuni oleh para remaja  yang baru mengadakan praktek lapangan dalam berbahasa Inggris dengan para native speaker sehingga kemanapun pergi Goerge selalu diikuti oleh mereka untuk belajar komunikasi dengan native speaker.

jepret-jepret(470)

Kemudian kami berlima meluncur ke tempat wisata Bebeng yang terletak sebelah timur kaki  gunung Merapi dan apabila cuaca cerah gunung Merapi akan terlihat dengan sangat jelas dan kokoh. Sambil berjalan menikmati pemandangan yang indah kamipun mengeluarkan perbekalan kami yang berupa makanan kecil seperti kacang kulit, snack ringan, dan minuman kemasan. Ada hal yang berbeda pada diri Goerge kami perhatikan dia makan makanan ringan tetapi sampahnya dipegang terus bahkan ketika tanganya sudah tidak muat sampahnya dimasukan ke dalam saku celana dan ketika melewati tempat sampah baru semua sampah dimasukan dalam tempat sampah tersebut.

Padahal area tempat tersebut sangat kotor karena kebanyakan pengunjung membuang sampah secara sembarangan termasuk anak anak kami yang dengan enaknya membuang bekas botol air kemasan sembarangan tidak dalam tempat sampah, sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kami semua karena seorang warga asing yang berasal dari  negara Australia tetap memegang teguh kebiasaan disiplin dimanapun berada, dan sebetulnya hal ini juga akan dilakukan oleh warga asing lainnya yang berasal dari luar Australia seperti dari Jepang, Singapore, Jerman, dan lain lainnya.

Semua kisah kisah nyata tersebut hanya sebagian contoh kecil aja tentang ketidak disiplinan yang sering terjadi di negeri ini, tetapi hal hal tersebut jangan membuat pesimis kita tentang susahnya penegakan kedisplinan di negeri ini, kita mulai dari diri kita masing masing dari kedisiplinan yang kecil kecil seperti jam bangun tidur, jam mulai beraktifitas, jam makan, dan hal hal yang kecil lainya tetapi secara terus menerus dan kontinyu. Dengan disiplin insya Allah kita mulai membangun masa depan kita karena disiplin adalah salah satu kunci utama menggapai sukses dalam hidup ini. Untuk menegakan kedisplinan pada diri kita memang perlu paksaan, karena memang untuk membuat perubahan yang lebih baik dalam segala hal diperlukan pemaksaan dan kemauan yang keras dalam diri kita sendiri disamping ada aturan aturan yang khusus yang berhubungan dengan aturan bagi semua orang atau aturan yang dibuat untuk masyarakat yang lebih luas lagi.

  • Muhammad Taufik Hidayat
  • Book Writer and Motivator
  • Residence :
  • Nganti RT/RW 1/7  No. 45B Sendangadi, Mlati – Sleman, Yogyakarta
  • Mobile Phone : 081 227 64573     Home Phone : (0274) 436 2225
  • E-mail : mtaufikhz@gmail.com
  • Blog    : http://mtaufiqh.blogspot.com          ( English Version )
  •               https://mtaufikhz.wordpress.com      (Indonesian Version )

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s