GAFATAR PENEBAR AJARAN SESAT BERKEDOK ORMAS SOSIAL

Tulisan ini adalah hasil Investigasi dan Dialog lansung dengan para anggota Gafatar dan juga pengurus dan pentolan Gafatar yang jelas jelas menyebarkan ajaran sesat untuk merusak aqidah Islam yang benar, dialog dilakukan di beberapa tempat diantaranya

  1. Asrama Transito, Surabaya bersama para wartawan dan media dan juga dari aparat intel Polda Jawa Timur, ( 23 – 25 Januari 2016 )
  2. Di Asrama Haji Donohudan Boyolali, bersama wartawan, aparat intel dan juga para orang tua yang anaknya diculik oleh Gafatar ( 26 Januari 2016 )
  3. Di Youth Centre Yogyakarta, sebagai narasumber tunggal untuk dialog langsung dengan Gafatar dan juga para pentolan Gafatar ( 1 Febuari 2016 )
  4. Di Pontianak tanggal 28 Desember 2015 sampai 1 Januari 2016 dan tanggal 26-27 Januari 2016 dengan Polda, Polresta, Kepala Polisi Kehutanan, Ka Badan Monitor
  5. Dengan PP Muhammadiyah yang diwakili Bapak Busro Mukodas ( dua kali )
  6. Dengan Majelis Ulama Indonesia Yogyakarta
  7. Di UIN Sunan Kalijaga 24 Febuari 2016, sebagai Narasumber Seminar Dialog Publik tentang Gafatar bersama Komnasham, LBHI, Dr. Zuli Qodir, dan KH. M. Yusuf pimpinan Pondok Pesantren di Tegalrejo Magelang
  8. Dan lain lain

 

Berikut adalah hasil dari investigasi dan dialog dengan para korban penculikan Gafatar dan juga para Pentolan Gafatar dari tempat tempat tersebut di atas yang mudah mudahan berguna untuk mengantisi pasi bahaya dan liciknya gerakan aliran sesat yang bermaksud untuk merusak aqidah Islam yang benar, semoga kita semua para orang tua terutama para generasi muda Islam yang banyak dijadikan korban sasaran penculikan oleh Gafatar sang penebar aliran sesat berkedok ormas sosial dan juga aliran sesat lainnya akan menjadi jauh lebih waspada terhadap aliran aliran sesat yang berkamuflase seolah olah merupakan kegiatan sosial yang sangat baik di masyarakat.

Apa itu Gafatar ? Ketika hal ini saya tanyakan kepada para mahasiswa dan masyarakat umum ternyata banyak yang tidak tahu pasti apa itu Gafatar, ada juga sebagian yang mengetahui bahwa Gafatar adalah aliran sesat yang dilarang oleh MUI, ada juga yang mengatakan bahwa Gafatar adalah suatu gerakan organisasi sosial yang sangat baik yang selalu membantu masyarakat secara umum. Bahkan sebelum Gafatar meledak kasusnya di awal Januari 2016 banyak aparat yang tidak tahu apa itu Gafatar.

Gafatar adalah kepanjangan dari Gerakan Fajar Nusantara yang merupakan sebuah gerakan aliran sesat yang berkedok gerakan sosial yang selalu membantu masyarakat luas dengan tujuan untuk mempermudah dalam menjalankan aksi penebaran ajaran sesatnya, sasaran utama adalah genenerasi muda Islam, dan para mahasiswa. Karena menggunakan kedok kegiatan sosial yang sangat baik  dan sangat membantu masyarakat luas dan sengaja dikemas dengan begitu rapi, menarik, dan hebat, ditambah juga kepiawian mereka dalam mendekati pemerintah, Polisi & TNI, dan sengaja selalu diberitakan melalui sosmed,  Media, TV  utk menunjukan  GAFATAR adalah ORMAS yang sangat bermanfaat bagi nusa & bangsa.

 

Picture1

Berdasarkan berita berita kegiatan sosial Gafatar di berbagi daerah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat yang juga sering dilakukan bersama aparat TNI maupun Polisi, sehingga hal ini sempat mengecoh seorang mantan Jendral Polisi yaitu Bibit Samad Riyanto yang sempat bergabung dari tahun 2011 – 2013 sebagai ketua pembina Gafatar Indonesia selama hampir 3 tahun kemudian mundur tanggal 3 Januari 2013 karena merasa ditipu, karena ternyata sesepuhnya adalah Ahmad Musadeq sang nabi palsu (Source : Live, TV One, 12/1/16 ) hanya sayangnya beliau Bibit Samad Riyanto saat itu tidak melaporkan kejadian tersebut, atau beliau mengetahui ada tangan yang kuat yang melidungan Gafatar, sehingga membuatnya sungkan.

 

Kedok ormas sosial yang luar biasa dan sangat membantu masyarakat luas memang berhasil menipu puluhan ribu anggota Gafatar,maka apabila ada pihak  pihak yang menuduh bahwa GAFATAR itu sesat  pasti akan dianggap melakukan fitnah dan tentu saja banyak LSM, atau LBH, Komnasham yang akan membela. Dan hal ini ternyata benar benar terjadi seperti yang saya hadapi langsung di UIN Yogyakarta dimana LBHI dan Komnasham membela Gafatar secara terang terangan, tetapi karena saya mempunyai bukti yang valid dan akurat yang saya peroleh langsung dari Gafatar maka dari pihak LBHI dalam melakukan pembelaan terlihat sangat grogi, hanya Komnasham yang terus melakukan pembelaan secara membabi buta tanpa mau menanggapi bukti bukti yang saya utarakan, sehingga narasumber yang lain dan juga audience mengatakan bahwa Komnasham dalam melakukan pembelaan kepada Gafatar memang sudah direncankan sesuai keinginan sponsor yang ada dibelakang Gafatar maupum Komnasham. Sempat kami tanyakan dari mana dana yang diperoleh untuk mendukung kegiatan sosial yang dilaksanakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, karena kalau hanya dari iuran anggota tidak mungkin bisa terlaksana, pasti ada aliran dana dari luar Gafatar, tetapi hal ini tidak dijawab, begitu pula ketika hal ini kami tanyakan kepada Kapolda DIY bapak Erwin dalam konfrensi Pers dan disiarkan langsung beberapa media TV pada Senin tanggal 11 Januari 2016 jam 16.30 dimana saat itu dr. Rica diketemukan dan dibawa ke Polda DIY.

 

 Picture2.jpg

Dan kemudian ketika kasus Gafatar meledak yang dimulai dengan kasusnya dr. Rica yang diangkat secara besar besaran dan terus menerus di media cetak maupun media TV pada awal tahun 2016 maka aparat kepolisian baru mulai bergerak, padahal sebelumnya kasus kasus tentang orang tua yang kehilangan anak dan juga putus kontak dengan keluarga  direkrut dan diculik  Gafatar secara tidak wajar sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian tetapi belum ada respon yang berarti, kami bergerak sudah dari 11 Desember 2015 untuk mengumpulkan bukti bukti tentang Gafatar. Setelah kasus dr. Rica apalagi ditambah pembakaran camp camp Gafatar yang ada di Mempawah Kalimanantan Barat oleh para penduduk karena sudah sangat meresahkan, maka barulah isue isue Gafatar sebagai aliran mulai  diseriusi oleh pemerintah, semua pejabat negeri mulai unjuk bicara.

 

Picture3.png

Dr. Rica & suami tiba di Polda DIY (11/1/2016)       Pembakaran Camp Gafatar di Mempawah (Kal-Bar)

Ketika saya berdialog langsung dengan anggota Gafatar dan juga beberapa pengurus Gafatar memang benar benar terbukti bahwa Gafatar adalah sebuah organisasi sesat dan menyimpang jauh dari ajaran Islam walaupun mereka menolak keras dikatakan sebagai organisasi yang menebarkan aliran sesat di Indonesia. Di Asrama Transito Surabaya, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, maupun di Youth Centre Yogyakarta ketika kami perhatikan dan juga dari informasi informasi langsung dari petugas maupun aparat Polisi maupun TNI yang mengerjakan sholat wajib 5 waktu sangat sedikit kurang dari 5% dari total ribuan anggota Gafatar yang ditampung sementara sebelum diserahkan kepada keluarganya.

DIALOG EXS GAFATAR DI YOUTH CENTRE

Senin, 1 Febuari 2016  ( Sebagai Narasumber )

  • Mereka mengatakan bahwa Gafatar tidak ada hubungan dengan agama / Aqidah
  • Mereka menolak dikatakan sebagai Aliran sesat
  • Mereka mengatakan bahwa Gafatar tidak pernah mengajarkan untuk tidak kenal keluarga maupun saudara
  • Gafatar adalah sebuah ormas terbuka yang anggotanya bebas keluar masuk
  • Gafatar selalu mengajarkan kebaikan dan kerukunan terhadap sesama
  • Membantu pemerintah untuk swa sembada pangan

 

Ketika kami menanyangkan bukti atas kesesatan dan penyimpangan Gafatar berdasarkan pernyataan Ketum Gafatar melalui layarmaka tidak sepatah katapun mereka berani menjawab, padahal mereka tadinya juga mengatakan tidak mengurusi agama dan aqidah begitu pernyataan ketum Gafatar, hanya ketika sudah memanas dan terdesak maka Ketum Gafatar mengatakan bahwa Gafatar keluar dari Islam.

Picture4.jpg

Ketua Umum Mihfatul Manurung mengatakan dalam siaran Live TV bahwa Gafatar tidak ada kaitanya dengan keagamaan, sama sekali tidak mengurusi dan mencampuri aqidah para anggota Gafatar, Gafatar adalah organisasi terbuka dimana anggotanya bebas keluar masuk, tapi pada kenyataanyaManurung mengakui bahwa Ahmad Musadeq ( sang nabi palsu ) adalah sesepuh spiritual dan dianggap sebagai Mesias ( Live TV One, 13/1/16 jam 18.30 ), tetapi karena isue Gafatar makin memanas dan Gafatar makin terdesak maka Manurungpun akhirnya menyatakan bahwa Gafatar keluar dari Islam

Kemudian kami menanyakan kepada anggota dan pengurus Gafatar tentang ribuan pengaduan tentang anak hilang kepada Polisi dan hanya meninggalkan surat atau SMS kepada orang tuanya dan setelah itu hilang kontak dengan orang tua, dan mereka yang hilang dan diculik selalu membawa harta yang banyak, maka pengurus Gafatar dan anggota Gafatar yang masih dalam pengaruh menjawab dengan tidak jelas dan simpang siur, dan ketika saya tanyakan lagi tentang isi SMS atau surat yang ditunjukan pada orang tua ketika pergi forma isinya kok sama yaitu intinya :

“Saya jangan dicari saya akan mengakan ajaran Allah secara benar, dan saya sudah mendapatkan pekerjaan yang mapan”

Mereka ternyata diam dan tidak mau menjawab pertanyaan tersebut, dan juga ketika kami tanyakan tentang dr. Rica yang diculik Gafatar dan ditemukan di Pontianak dalam keadaan yang tidak normal, dan bingung tidak nyambung ketika ditanya tanya baik oleh polisi maupun keluarga dan ternyata dr. Rica tidak merasa kalau dirinya meninggalkan keluarganya, dan ternyata mereka pengurus Gafatar tidak mau menjawab juga, padahal banyak sekali korban korban Gafatar yang telah ditemukan seperti orang bingung, berubah drastis karakternya, tidak mau sholat, tidak mau pakai jilbab, pendiam, sulit diajak komunikasi sampai saat sekarang, dan ini siapa yang bertanggung jawab ?

Mereka dengan berapi api mengatakan bahwa mereka Gafatar ingin membantu pemerintah dalam swa-sembada pangan seperti diungkapkan oleh Sugiyanto yang berasal dari Gunung Kidul Yogyakarta dan juga teman teman lainnya,

Mereka mengatakan : “ Apakah kami salah kalau kami Gafatar ingin membantu mewujudkan keinginan pemerintah dalam hal swa-sembada pangan, kemandirian pangan nasional, seperti kita ketahui bahwa Indonesia sekarang melakukan impor besar besaran seperti; Beras, kedelai, jagung, sapi, gandum, bahkan garam, padahal kita mampu menghasilkan sendiri bahan bahan yang di impor tersebut, apakah kami salah ingin membantu negeri ini mandiri pangan nasional ? Apalagi kami hijrah ke Kalimantan dengan biaya sendiri juga lahan yang kami garap untuk kemandirian pangan nasional juga kita beli, apakah kami salah ?

Sugiyanto dan teman temannya menyampaikan dengan berapi api penuh semangat dalam dialog di Youth Centre Yogyakarta, setelah Sugiyanto selesai menyampaikan apa tujuan Gafatar hijrah ke Kalimantan maka saya meminta kepada seluruh yang ada dalam ruangan aula Youth Centre untuk bertepuk tangan maka semua yang ada dalam ruangan bertepuk tangan dengan meriah.

Luar biasa tujuan Gafatar ! Kami salut, kami mendukung penuh tujuan Gafatar untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional, kemudian kami tanyakan mengapa tujuan yang mulia tersebut dilakukan dengan cara yang salah ?  Kenapa harus menculik anak anak orang dan memisahkan anak dari orang tua, istri dari suami, suami dari istri dan memutuskan hubungan silaturahmi dengan keluarga ? Lagi lagi mereka anggota dan pengurus Gafatar tidak mau menjawab pertanyaan tersebut.

Apakah panjenengan semua para anggota dan pengurus Gafatar masih ingin mewujudkan cita cita untuk membantu pemerintah dalam hal mewujudkan kemandirian pangan nasional ? Ketika kami tanyakan hal tersebut mereka kompak menjawab :

“Masih”

Baiklah kalau panjenengan semua masih ingin melanjutkan cita cita dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional maka kami akan membantu panjenengan semua untuk mewujudkan, kami akan mempertemukan panjenengan semua dengan pemerintah provinsi dan juga Gubernur DIY, Sri Sultan X, kami berusaha sekuat tenaga supaya pemerintah DIY memfasilitasi dengan pemerintahan pusat untuk menyediakan lahan secara gratis, menyediakan perumahan yang lebih layak dari pada di perumahan di Mempawah yang tidak layak, dilindungi, dibantu dalam hal kebutuhan sehari hari sampai bisa mandiri, dan semuanya itu disediakan secara gratis, tetapi memang tidak harus di Kalimantan karena penduduk Kalimantan sudah tidak mau menerima kedatangan penjenengan semua dalam bentuk program transmigarsi atau program yang lainnya, dan ternyata mereka tidak mau menerima tawaran tersebut mereka maunya tetap di Kalimantan, hal ini sangat aneh, ketika kami mencari informasi dari aparat di Pontianak ternyata Kalimantan terutama Pontianak, Mempawah, Ketapang, mempunyai banyak jalan keluar dari Indonesia menuju ke luar Indonesia yang tidak terpantau dengan ketat oleh aparat, hal ini tidak dijumpai di pulau pulau lainnya di luar Kalimantan.

Mereka selalu mengatakan bahwa Gafatar tidak mengajarkan aliran sesat, mereka Gafatar tidak mengurusi agama atau aqidah anggotanya tetapi dalam SMS maupun surat pamit yang dikirim pada orang tua yang kehilangan anak anaknya selalu mengatakan untuk menegakan Agama Allah secara benar, tetapi fakta berbicara lain karena ternyata mereka anggota Gafatar korban penculikan tidak boleh mengerjakan sholat, tidak boleh puasa, tidak boleh membaca Al Qur’an, sangat jelas bahwa para anggota dipaksa untuk meninggalkan ajaran Islam yang benar. Semua pengurus Gafatar juga mengatakan hal yang sama dari Ketum Gafatar Mahful Tumanurung, sampai Sekjen, waketum, baik propinsi maupun daerah mereka kompak mengatakan hal yang sama bahwa Gafatar adalah organisasi terbuka anggotanya bebas keluar masuk, tidak mengurusi agama atau aqidah anggota Gafatar, tapi pada kenyataanya mereka tidak boleh sholat, tidak boleh puasa sangat bertolak belakang dengan pernyataan pernyataan yang dikeluarkan. Dan ternyata yang mengejutkan bahwa sesepuh dari Gafatar adalah Ahmad Musadeq sang nabi palsu yang pernah dihukum selama 4 tahun karena penistaan agama Islam.

Picture5.png

Pernyataan Ketum Gafatar Manurung ( Kiri ) dan Musadeq di Kalimantan Barat ( kanan ), tetapi hanya sebentar karena adanya aksi pembakaran di Mempawah ( Pontianak Post, 23 Januari 2016 )

 

Ketika dialog di Youth Centre akan kami tutup, kami mengatakan kepada para anggota Gafatar dan juga para pengurusnya :

“ Panjenengan semua tadi mengatakan bahwa Gafatar bukan aliran sesat, Gafatar juga tidak mengurusi atau campu tangan terhadap agama atau aqidah para anggotanya maka dari itu kami mohon dengan hormat bagi panjengan yang masih merasa memeluk agama Islam kami mohon untuk berdiri “

Permintaan dan penegasan tersebut kami ulang sampai tiga kali, tetapi ternyata tidak satupun dari anggota dan pengurus Gafatar yang berdiri, termasuk dua pengurus Gafatar Propinsi DIY yaitu Dwi Adiyanto yang merupakan Bendahara DPD Propinsi DIY dan Eko Novrianto yang merupakan Kepala Sekretariat DPD DIY, padahal dalam dialog mereka membela mati matian keberadaan Gafatar, tidak mau tahu tentang kenyataan yang ada di lapangan, tetapi ketika Foto mereka kami tampilkan di layar aula Youth Centre mereka langsung terdiam tidak berkomentar lagi karena keberadaan mereka sebagai pentolan Gafatar DIY takut apabila diketahui secara luas. Akhir dialog saya turun dan mendatangi anggota dan pengurus Gafatar saya salami satu persatu, sebenarnya ada beberapa anggota Gafatar yang tertarik dengan program  yang kami tawarkan untuk bersawa sembada pangan di luar pulau Kalimantan, apalagi mereka mengatakan bahwa mereka sudah tidak mempunyai apa apa karena semua sudah dijual dan uangnya diserahkan pada Gafatar, tetapi mereka takut menyampaikan karena selalu melihat kepada para pentolan Gafatar.

Picture6.png

Foto Dwi Adiyanto ( Kiri ) dan Eko Novrianto ( Kanan )

Di asrama Transito Surabaya jumlah anggota Gafatar yang dipulangkan dari Kalimantan jauh lebih banyak dari yang ditampung di Youth  Centre Yogyakarta kami di asrama Transito selama tiga hari  dari tanggal 23 – 25 Januari 2016 dan kami hampir hampir tidak tidur, mengamati berpuluh puluh bus yang masuk ke asrama Transito dari jam 21.00 sampai hampir subuh, banyak kejanggalan kami jumpai ketika mereka turun satu persatu dari bis dan bergantian apabila bis yang satu selesai maka bis yang lain masuk, pintu keluar dipagar betis petugas kanan kiri sehingga kami bisa dengan jelas mengetahui wajah wajah yang turun dari bis karena ada lampu yang terang yang diarahkan ke pintu keluar.

Banyak sekali anak anak kecil usia SD yang ternyata di Kalimantan tidak boleh sekolah, banyak juga yang menutupi wajahnya supaya tidak diketahui oleh wartawan dan aparat, banyak juga wanita wanita muda yang cantik cantik dan pria yang ganteng, berkulit putih bersih yang sangat mustahil kalau mereka terjun di ladang untuk bertani, tidak terasa air mata kami menetes melihat mereka yang menjadi korban penipuan Gafatar, karena kebanyakan mereka tidak menyadari atas tindakan mereka pergi dari rumah meninggalkan keluarga, mereka dibawah pengaruh Gafatar mereka menurut perintah Gafatar karena seperti terkena hipnotis atau gendam, adalah hal yang tidak mungkin terjadi secara wajar apabila seorang ibu yang baru mengandung seperti Asri Pertiwi (28) hamil 4 bulan, meninggalkan rumah sejak 28 Desember 2015 lalu, bergabung dengan Gafatar di Kalimantan, Asri juga membawa dua anaknya yang masih kecil. Suami Asri, Irvan Mardianto (38), mengatakan istrinya gabung Gafatar  sejak 2014  melalui Face Book. Rumahnya sering dipergunakan untuk pertemuan Gafatar sang suami tidak curiga karena yang mereka bahas adalah aksi sosial untuk membantu masyarakat, dan baru disadari ketika sang istri mulai jarang sholat dan tiba tiba menghilang.

 

Ketika waktu sholat tiba maka hanya beberapa orang yang ikut melaksanakan sholat di masjid dari ribuan yang ditampung di asrama transito Gafatar yang ikut sholat kurang dari 5 orang, kebanyakan yang ditampung diasrama transito adalah korban Gafatar dari Jawa Timur dan ada beberapa dari daerah lain di luar wilayah Jawa Timur yang sengaja menyembunyikan identitas dan daerah asalnya, dengan menggunakan nama samaran dan alamat palsu, mereka sengaja menghindar dari keluarga yang berusaha mati matian, ada beberapa anggota keluarga yang mati matian mencari anaknya yang hilang sudah tidak terkira banyaknya biaya yang sudah dikeluarkan demi untuk menemukan anaknya yang hilang. Sangat mengherankan dimana pemerintah dan Komnasham saat itu ?

 

Di asrama haji Donohudan Boyolali keadaan tidak jauh beda dengan kondisi di asrama transito Surabaya hanya penjagaan tidak seketat seperti di asrama transito Surabaya yang dijaga secara berlapis oleh polisi, brimob, dan juga TNI. Ketika waktu sholat anggota dan pengurus Gafatar juga hampir tidak ada yang ikut sholat di masjid. Gafatar yang ditampung berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Ada kejadian yang menarik ketika di asrama haji Donohudan ada seorang bapak dari Berbah, Sleman Yogyakarta yang bernama Pak Syaiful yang kehilangan 5 anggota keluarganya, tiga anak kandung, satu menantu, dan satu cucu yang masih balita, pak Syaiful marah marah dan mencari pentolan Gafatar yang membawa anggota keluarganya,

Pak Syaiful mengatakan : “ Saya membesarkan anak anak dengan susah payah, menyekolahkan sampai sarjana, mendidik agama dengan keras lha kok enaknya Gafatar mempengaruhi dengan tidak wajar, saya mau gebugin itu pentolan pentolan Gafatar kalau perlu sampai mati, tidak peduli saya dihukum”

 

Sebenarnya banyak oeang tua atau keluarga yang marah besar kepada Gafatar seperti pak Syaiful, mereka sangat heran kalau sampai pemerintah tidak mengambil tindakan terhadap tokoh tokoh Gafatar yang sudah menyengsarakan ribuan orang. Tidak hanya merugikan masyarakat luas, tapi juga sangat merugikan Islam, merugikan negara yang harus mengeluarkan milyaran rupiah untuk mengatasi masalah Gafatar, belum lagi ada indikasi Gafatar akan melakukan makar dengan mendirikan pemerintahan sendiri karena terbukti kepengurusan Gafatar dibuat persis seperti pemerintahan negeri ini, ada yang berpangkat menteri, wakil menteri, ada yang Gubernur dan wakilnya, ada yang jadi Bupati dan wakilnya.

 

Rasa penasaran kami mulai terjawab karena Gafatar sudah masuk pada ranah politik dan juga indikasi keterlibatan asing dalam mengacaukan Indonesia terutama supaya Indonesia tidak aman, dan juga umat Islam jangan sampai bersatu. Segala sesuatu yang merusak aqidah Islam, yang memecah belah Islam, yang merugikan Islam maka pihak asing dengan senang hati akan mengucurkan  dana seberapapun yang dibutuhkan oleh aktor aktor intelektual yang bermain di belakang layar, seperti juga halnya kasus Gafatar, dan pemerintah pura pura tidak tahu atau mengalihkan permasalahan dengan memunculkan masalah baru sehingga masalah Gafatar akan hilang dengan sendirinya.

 

Di UIN Sunan Kalijaga hari Rabu tanggal 24 Febuari 2016, sebagai Narasumber Seminar Dialog Publik tentang Gafatar bersama Komnasham, LBHI, Dr. Zuli Qodir ( UMY ), dan KH. M. Yusuf pimpinan Pondok Pesantren di Tegalrejo Magelang. Semua temuan di lapangan dan dialog langsung dengan anggota Gafatar dan juga pengurus Gafatar kami sampaikan termasuk surat terbuka dari Mempawah untuk pengurus Gafatar. Ternyata banyak sekali mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang belum mengerti tentang kesesatan Gafatar, juga tanggapan tanggapan dari Dr. Zuli Qodir dan KH. M. Yusuf setelah mendengarkan uraian dan investigasi kami di lapangan, mereka berdua sangat prihatin atas kurang respondnya pemerintahan terhadap kasus Gafatar terbukti tidak ada tindakan yang berarti terhadap para tokoh Gafatar.

 

Ketika Komnasham dan LBHI mendapat giliran untuk menyampaikan pandanganya tentang kasus Gafatar maka mereka mengatakan bahwa pembakaran camp camp Gafatar sangat melanggar HAM, karena setiap warga negara berhak untuk bertempat tinggal di seluruh wilayah NKRI, setiap warga negara juga berhak memilih keyakinanya sendiri, warga lain tidak berhak untuk mengusir Gafatar dari tempat dimana mereka tinggal. Sering juga Komnasham dan LBHI dalam pandangan yang disampaikan jauh dari permasalahan sehingga kami mengingatkan untuk kembali kepada permasalah yang sedang dibahas tentu saja melalui moderator, pada intinya mereka membela Gafatar yang merupakan korban HAM dari penduduk Mempawah, Kalimantan Barat, Gafatar diusir paksa, camp camp mereka dibakar, dan juga sebagian kendaraan mereka juga ikut dibakar. Mereka menyebutkan pasal pasal yang ada di dalam UUD 1945 yang sangat jelas bahwa tindakan masyarakat Mempawah terhadap Gafatar adalah merupakan pelanggaran HAM yang perlu diproses secara hukum.

 

Setelah pandangan tahap pertama mereka terhadap kasus Gafatar selesai maka kami berkesempatan menyampaikan pandangan kami yang ke dua, kami mengajukan pertanyaan tentang Hak Asasi Manusia ( HAM ), apakah HAM hanya dimiliki oleh Gafatar ? Apakah korban korban Gafatar, orang tua, keluarga tidak mempunyai HAM ?

 

 Picture7.png

Sebagai Narasumber Seminar tentang Gafatar di UIN ( 24/2/2016 )

 

  • Dimanakah anda Komnasham ketikaribuan orang tua berteriak teriak, menangis, karena anaknya diculik Gafatar ?
  • Dimanakah anda ketika anak anak yang patuh pada orang tua, rajin beribadah tiba tiba menghilang dan menentang orang tua dan tidak mau beribadah lagi ?
  • Dimanakah anda ketika melihat anak anak usia sekolah tidak boleh sekolah lagi ?
  • Dimanakah anda ketika orang tua menghabiskan biya yang banyak untuk mencari keluarganya yang hilang ?
  • Dimanakah anda ketika semua harta yang dibawa oleh korban Gafatar hilang semua ?
  • Dimanakah anda ketika banyak orang tua yang sakit karena memikirkan anggota keluargan yang hilang dan juga dilarang Gafatar untuk kontak dengan keluarga ?
  • Dan masih banyak pelanggaran pelanggaran HAM yang tilakukan oleh Gafatar terhadap korban dan keluarga korban, tetapi mengapa Komnasham tidak mempersalahkan pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh Gafatar ?
  • Pelanggaran HAM oleh Gafatar lebih detail disebutkan dalam Surat Terbuka Dari Mempawah Untuk Gafatar.

 

Setelah pertanyaan pertanyaan tersebut maka dari pihak LBHI sudah down dalam menyampaikan pandangan yang ke dua, apalagi kami mengingatkan kepada mereka bahwa data mereka diperoleh dari berita berita media, sedangkan data yang ada pada kami adalah data langsung hasil dialog dan investigasi di lapangan secara langsung terhadap kasus kasus Gafatar. Kami juga mengumumkan kepada para mahasiswa yang hadir dan juga para wartawan untuk mencopy data data yang kami punya untuk di share kepada yang lain sebagai tindakan preventive dan antisipasi apabila Gafatar bangkit lagi dalam nama dan bentuk yang baru karena Gafatar sudah berkali kali ganti nama dan juga ganti strategi, seperti berikut ini :

 

Janji Anggota Gafatar :

AtasNamaTuhan Yang MahaEsa

Denganinisayaberjanji :

SayamenyatakanimankepadaTuhan YME, dansiapmenjadianggotaatasdasarkesadarandanpenuhtanggungjawab, sertatidakakanberkhianatkepada GAFATAR.

Sayatidakakan:mencuri,  berzinah, membunuh, dantidakakanberdusta, dansanggupberbudipekertiluhursertaakanberbuatbaikterhadapsesamamanusia.

Sayasiapmenerimapembinaan, dansanggupmengembanVisiMisi GAFATAR, sertaakanmentaatisegalaaturansesuaipetunjukdanbimbinganorganisasi, untukmenegakkannilaikebenaransejati di bumi Nusantara.

SemogaTuhan YMEmenerimajanji yang sayanyatakanini, danmembimbingsayamenjadimanusiaberkatbagiseluruhalam.

 

Sangat jelas janji mereka bahwa mereka tidak akan berkhianat kepada Gafatar maka dari itu mereka yang mencoba keluar dan lari akan terus dicari dan diburu, apabila keluarganya lemah maka dapat dipastikan bahwa mereka akan kembali lagi bergabung, baik dari zamannya NII KW 9, kemudian berubah menjadi AL Qiyadah Islamiyah dimana Musadq mengaku nabi, berubah bentuk lagi menjadi KOMAR, berubah lagi menjadi Gafatar, dan terakhir berubah lagi menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam ( NKSA ) tetapi terlanjur meledak dalam kasus Gafatar sehingga belum sempat membesarkan dan mendeklarasikan secara nasional Negara Karunia Tuhan Semesta Alam di Kalimantan Barat.

Picture8.png

Dasar Hukum Gafatar Memisahkan Orang Tua Dengan Anak Anaknya :

MEMIKUL SALIB SEBAGAI KONSEKUENSI PERSAKSIAN

Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa

34  “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

35  Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

36  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

37  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

38  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

39  Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

(Matius 10: 34-39)

….Begitulah pernyataan—yang bagi segolongan orang—terlihat ekstrim, bahwa ternyata Yesus sang Mesias adalah seseorang yang sejatinya memisahkan seseorang dengan kalangan terdekatnya, hanya gara-gara menjadi muridnya. Tentu saja gambaran seorang “Yesus” sebagai seorang spiritualis sudah kita hapus jauh-jauh dari dalam sentral berpikir kita. Kita sudah tahu bahwa setiap Mesias yang diutus—1,4 Millenium sekali—membawa penggenapan dari berita besar (An Naa , surat 78) dari para nabi sebelumnya, yaitu menggenapi akan lahirnya sistem langit, sistem hukum Tuhan di muka bumi, yang tentunya perjuangan dalam mentegakkan konstelasi hukum Tuhan di bumi tidak bisa dibilang mudah. Pengorbanan menjadi suatu hukum mutlak dalam perjuangan messianik sebelumnya, entah berjuang secara harta, diri, (yang terus terang hal ini masih mudah), namun harus juga mengorbankan sesuatu yang kita cintai melebihi diri kita sendiri—dan tentu saja hal ini teramat sulit—yaitu keluarga yang kita sayangi.

 

Cara Perekrutan Anggota Gafatar :

  • Awalnya calon anggota dikenalkan kegiatan Gafatar yg positive, lewat kunjungan ke RW, Dukuh, Kel, Kecamatan
  • Disodorkan formulir pendaftaran, dan membayar iuran
  • Diajak kegiatan Gafatar; baksos, donor darah, dikasih minum yang sudah disiapkan khusus berupa air kemasan sehingga mereka para calon anggota tidak curiga kalau sudah minum air kemasan yang khusus mereka mulai dibawah pengaruh gafatar,
  • Diajak kajian, di baiat, diberi minuman khusus juga berupa air minum kemasan yang tidak mereka sadari akan merubah pola pikir, yang biasa pakai jilbab jadi tidak mau pakai jilbab, mulai tidak sholat, taat dan patuh pada pimpinan dan sang Mesias Musadeq, mereka melakukan hal tersebut seolah olah dengan kesadaran sendiri
  • Diajak hijrah, disuruh bawa uang dan barang barang yang mahal dan mereka mulai melupakan semua keluarganya
  • Setelah hijrah semua nomer HP mati, mereka secara penuh dikuasai Gafatar
  • Ibadah mereka hanya sholat malam dan nyanyi nyanyi

 

In Sha Allah tulisan yang berdasarkan kisah nyata ini, juga dialog dan investigasi lansung di lapangan yang dilakukan lebih dari satu bulan bisa berguna bagi kita semua, terutama untuk mengantisipasi gerakan gerakan aliran sesat yang kebanyakan selalu mengatasnamakan Islam tapi tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan Islam dari dalam, pihak asing sangatlah takut apabila Islam di negeri ini bisa bersatu dan kompak. Kita tidak mungkin melupakan sejarah, ketika perang salib seorang raja Prancis yang bernama Louis IX tertangkap dan dia mengatakan bahwa :

“Islam tidak mungkin bisa dihancurkan dengan peperangan dan darah, Islam hanya bisa dihancurkan melalui penyusupan, penipuan, dan penggebosan Aqidah”

 

Hal ini sudah berkali kali dibuktikan oleh para penjajah dari Eropa yang semua bangsa bangsa penjajah dari Eropa adalah Nasrani, Australia, Canada, Amerika adalah negara negara jajahan bangsa Eropa, mereka membantai ratusan juta penduduk penduduk asli Australia ( Aborigin ) juga penduduk asli Amerika ( Indian ) dan para penjajah menyatakan kemerdekaanya di tanah jajahanya sementara penduduk aslinya disingkirkan berdasarkan fakta sejarah nyata tersebut maka sebetulnya Amerika, Canada, dan Australia belum merdeka karena yang menyatakan kemerdekaanya adalah bangsa penjajah.

Kita bisa bayangkan ketika Indonesia dijajah belanda selama 350 tahun kemudian Indonesia tidak mampu mengusir belanda dan kemudian belanda menyatakan kemerdekaanya di tanah jajahannya yaitu Indonesia apakah Indonesia bisa disebut sebagai sebuah negara yang sudah merdeka ? Mereka penjajah dari Eropa menjajah negara negara di dunia dengan semboyan 3 G ( Tiga G ) yaitu :

  • Gold ( Emas, mereka mencari dan merampas Emas dari negara jajahanya )
  • Glory ( Kemasyhuran, mereka ingin menjadi negara negara yang terkenal di dunia )
  • Gospel ( Injil, mereka menyebarkan Injil dengan menjajah dan kekejaman )

Semua ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri, ketika belanda menjajah Indonesia mereka juga selalu menggunakan trik trik yang sangat kotor untuk bisa memenangkan pertempuran, hampir semua pahlawan pahlawan perang kemerdekaan Indonesia bisa ditangkap dan dikalahkan karena trik penipuan belanda yang sangat licik, seperti P.Diponegoro, Cut Nyak Dien, Imam Bonjol, Sentot Pawiro Dirjo, Soekarno, Hatta, dan masih banyak yang lainnya. Ketika belanda tidak bisa masuk wilayah Aceh maka mereka menggunakan siasat licik, mereka mengutus Snuck Horgronye untuk belajar agama dan bahasa Arab di Mekah selama beberapa tahun setelah menguasai bahasa Arab dan agama Islam maka Snuck Horgronye bisa masuk ke dalam wilayah Aceh dan melakukan penggembosan dan penipuan dari dalam barulah belanda bisa masuk wilayah Aceh, dan saat sekarang Snuck Horgronye modern masih bermuculan dan berkeliaran di sekitar kita, mereka yang bergelar Prof, dr secara keilmuan dan mereka juga Islam secara keilmuan dan teori mereka adalah orang orang hebat tetapi keimanan mereka terhadap Islam sangat mudah dikalahkan oleh gemerlapnya kemewahan dunia. Ada yang mengatakan bahwa Al Qur’an sudah perlu direvisi, ada yang mengatakan harus mendukung LGBT, ada yang membela syiah, Ahmadiyah, ada juga yang memberikan kata pengatar dalam buku yang berjudul “Islamic Invansion” padahal buku tersebut menghujat habis habisan terhadap islam, Al Qur’an, dan Nabi Muhammad saw. Tapi karena gemerlapnya dunia maka seorang profesor dan merupakan cendikiawan Muslim mau memberikan kata pengantarnya.

 

Al Qur’an menyatakan dengan tegas bahwa :

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. ( QS. Ali Imran 3:85 )

 

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong ( QS. Ali Imran 3:91 )

Semoga bermanfaat !

Taufik Hidayat

HP      : 081 227 64573

Email  : mtaufikhz@gmail.com

Blog    : https://mtaufikhz.wordpress.com

 

 

 

Tentang Muhammad Taufik Hidayat

I am Islamic motivator and book writer
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s